BARCELONA – Mantan pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, mengaku selalu kesulitan saat mengaspal dalam kondisi hujan. Pria berusia 32 tahun itu mengklaim kepuasan terbesar dalam karier balapnya adalah bisa berprestasi di lintasan basah, bukan memenangi total 54 balapan di seluruh kelas.
Pedrosa mengatakan, dirinya selalu terlibat diskusi mendalam dengan sang ayah demi mengatasi kelemahan di trek basah. Butuh bertahun-tahun bagi pembalap berjuluk Si Samurai Kecil itu demi mendapatkan hasil bagus saat hujan.
(Baca juga: Pedrosa Akui Jago Balapan, tapi Kaget Bisa Tampil di MotoGP)

Podium pertamanya saat kondisi hujan diraih pada MotoGP 2009. Sedangkan kemenangan pertamanya di trek basah terjadi pada MotoGP Malaysia 2012. Tak pelak, ia sangat bangga dapat mengatasi masalah terbesar yang menghambat kariernya di dunia balap tersebut.
“Buat saya, hujan sangat sulit diatasi sejak masih turun di kelas lebih rendah. Saya sangat buruk di lintasan basah. Saya selalu berdiskusi dengan ayah karena merasa sangat kecewa bisa menang mudah di trek kering, tetapi sulit di saat hujan,” ujar Dani Pedrosa, dilansir dari Paddock GP, Minggu (13/1/2019).
“Butuh bertahun-tahun buat saya untuk mengatasi problem tersebut. Podium pertama saya raih pada 2009 dan kemenangan perdana pada 2012. Saya kemudian berhasil menang tiga kali. Sejak itu, saya selalu bangga dengan hasil-hasil yang diraih pada balapan hujan,” imbuh pembalap yang identik dengan nomor 26 itu.

Dani Pedrosa kini tak lagi harus bertemu dengan mimpi buruknya tersebut. Sebab, pria asal Spanyol itu sudah memutuskan pensiun dari dunia balap dan mengambil peran sebagai pembalap penguji bagi KTM Red Bull mulai musim 2019.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.