BRNO – Manajer Teknik Honda Racing Company (HRC), Takeo Yokoyama mengatakan, motor RC213V tunggangan Marc Marquez saat ini masih belum dapat disetarakan dengan Desmosedici GP18 besutan Ducati Corse. Namun, ia berjanji dalam waktu dekat kedua motor beda pabrikan itu ada di level yang setara.
Yokoyama menerangkan, HRC saat ini menghadapi masalah besar yaitu kejam terhadap ban depan. Ia menyebut hal itu terjadi sebagai konsekuensi peningkatan akselerasi motor. Sebab, peningkatan satu aspek pada motor akan berdampak atau dengan kata lain melemahkan sektor lainnya pada sepeda motor.
“Akselerasi adalah soal performa mesin yang berdampak pada pemakaian ban serta terkadang membutuhkan pengorbanan seperti kelincahan motor dan kontrol pada gas,” urai Takeo Yokoyama, mengutip dari Tuttomotoriweb, Selasa (7/8/2018).

(Baca juga: Nasib Honda di MotoGP 2016 Tergantung Duo Pembalapnya)
Tentu sebuah motor ideal adalah yang tidak memiliki kelemahan. Namun, menurut pria asal Jepang itu hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Akselerasi mantap yang dimiliki motor Honda saat ini adalah buah dari penilaian aspek yang harus dikembangkan dari kelemahan musim lalu.

Menurut pria yang bekerja di Honda sejak 1996 tersebut, MotoGP adalah sebuah olahraga yang menuntut adaptasi tinggi. Adanya perubahan-perubahan regulasi tentu mengharuskan setiap merk atau tim yang berlaga untuk memilih aspek mana yang menjadi prioritas pengembangan.
“Akan selalu seperti itu. Seperti halnya Anda menawar: Anda akan menang di satu sisi, tetapi kalah di sisi lainnya. Tetapi, di tengah musim Anda akan selalu berusaha menutupi apa yang menjadi kelemahan,” tukas Takeo Yokoyama.
(Fetra Hariandja)