BRNO – Bukan rahasia lagi bahwa selama ini tim-tim yang berlaga di MotoGP umumnya memiliki sirkuit langganan masing-masing untuk bisa memenangkan balapan. Pasalnya, sirkuit-sirkuit tersebut memiliki layout yang ideal dengan kemampuan motor balap masing-masing tim. Seperti halnya motor balap Ducati yang memiliki keunggulan di trek lurus sehingga kerap menjadi penguasa di Sirkuit Red Bull Ring.
Tidak hanya Ducati, tim-tim seperti Honda dan Yamaha pun memiliki sirkuit andalannya masing-masing untuk bisa mendulang poin maksimal. Yamaha kerap menjadi pemenang di Sirkuit Assen, Belanda, sementara Honda adalah penguasa Sirkuit Valencia. Meski demikian, hal tersebut nyatanya tak selamanya bertahan.
(Baca juga: Petrucci Ingin Tiru Gaya Balapan Lorenzo)

Pembalap Tim Pramac Ducati, Danilo Petrucci, menilai bahwa di musim ini hasil balapan tidak lagi ditentukan dengan kecocokan motor terhadap layout lintasan. Menurutnya, saat ini ban memegang peranan lebih penting yang bisa mempengaruhi hasil. Terbukti, pada musim ini, Yamaha yang kerap menjadi pemenang di Assen, justru dikalahkan oleh Honda dan Suzuki.

“Kami tidak lagi memiliki sirkuit Honda atau sirkuit Ducati atau sirkuit Yamaha. Itu tergantung pada keseimbangan antara ban, suhu, lintasan, karena sekarang situasinya berubah setiap balapan,” ungkap Petrucci, seperti dilansir dari Motorsport, Kamis (2/8/2018).
“Setiap balapan adalah sesuatu yang berbeda. Saya rasa tidak ada sirkuit di mana produsen atau motor balap (tertentu) lebih unggul dari yang lainnya,” tandas pembalap asal Italia itu.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.