Image

Nadal Tak Senang Orang Tua Paksa Anaknya Jadi Atlet Profesional

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 02:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 13 40 1886497 nadal-tak-senang-orang-tua-paksa-anaknya-jadi-atlet-profesional-Vev1lfW68L.jpg Petenis Spanyol, Rafael Nadal (Foto: AFP)

VALENCIA – Dewasa ini, menjadi seorang atlet profesional merupakan pekerjaan yang diidamkan oleh banyak orang. Pasalnya, menjadi atlet profesional tidak hanya akan memberikan banyak penghasilan (jikia berprestasi), namun membuat seseorang terkenal dan membuat bangga berbagai pihak, termasuk Negara. Tak ayal, pada akhirnya banyak orang tua yang menginginkan anak-anak mereka menjadi seorang atlet professional ketika dewasa kelak.

Menanggapi hal tersebut, petenis berperingkat satu dunia, Rafael Nadal, nyatanya tak setuju. Pasalnya, Nadal tidak senang dengan kondisi di mana orang tua memaksakan anaknya untuk menjadi atlet profesional, sementara si anak sendiri tidak menginginkannya.

(Baca juga: Valentino Rossi Ungkap Rasa Kagumnya terhadap Roger Federer)

Nadal menilai bahwa untuk menjadi seorang atlet profesional, yang dibutuhkan tidak hanya sekadar keinginan dari orang tua ataupun si anak saja, tapi juga bakat yang dimiliki oleh anak tersebut. Petenis asal Spanyol itu tidak memungkiri kalau kerja keras adalah hal terpenting, namun bakat yang dibawa sejak lahir, dinilainya juga menjadi penentu kesuksesan seorang atlet.

Nadal pun mencontohkan apa yang terjadi kepada para rivalnya, yakni Roger Federer dan Novak Djokovic. Menurutnya, kedua petenis tersebut bisa meraih berbagai kesuksesan bukan hanya karena sekadar bekerja keras, tapi juga berkat bakat yang telah mereka miliki sejak lahir.

“Terdapat masalah mengenai ini. Para orang tua seharusnya  tidak menaruh terlalu banyak tekanan kepada anak-anak untuk menjadi atlet profesional. Contohnya, Federer atau Djokovic bekerja keras untuk meraih apa yang mereka lakukan. Namun, Anda harus mengakui mereka memiliki bakat special,” jelas Nadal, seperti diwartakan Tennis World USA, Sabtu (14/4/2018).

“Untuk menjadi seorang pemain yang super, Anda harus memiliki sesuatu yang sudah ada sejak lahir. Saya berurusab dengan obar penghilang rasa sakit dan saya harus menggunakan mereka. Namun, saya bukan satu-satunya, semua orang melakukannya,” lanjut petenis 31 tahun itu.

“Sepanjang karier saya, saya melewatkan lebih banyak kejuaraan dibandingkan dengan para rival terbesar saya. Cedera itu rumit, karena ketika Anda berurusan dengan masalah fisik, Anda kehilangan banyak bulan dan Anda tidak bisa berkompetisi,” tukas Nadal, yang membagikan pengalamannya sebagai seorang atlet profesional dengan risiko cedera.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini