MATTIGHOFEN – Pembalap Tim KTM Red Bull, Pol Espargaro, merasa yakin timnya bisa mewujudkan impian mereka pada musim ini. Menurut Espargaro, tak ada hal yang tak mungkin diwujudkan saat seseorang bekerja keras.
Pada musim ini, KTM memang memasang target yang cukup tinggi. Mereka bertekad meraih hasil yang lebih apik ketimbang musim sebelumnya. Karena itu, KTM berharap bisa menempati posisi enam besar pada klasemen akhir tim MotoGP 2018.
Bagi Espargaro, impian tersebut sangat mungkin diwujudkan KTM. Sebab, pada musim debutnya, KTM telah membuktikan diri dapat bersaing dengan pabrikan lainnya. Pabrikan asal Austria ini dapat bertengger di posisi ke-10 pada klasemen akhir tim MotoGP 2017. Mereka berhasil mengalahkan dua tim lama di MotoGP, yakni Reale Avintia Racing dan Aprilia Gresini.
"Pit Beirer (Direktur KTM) mengatakan bahwa kami akan memperebutkan tempat di enam besar pada akhir musim ini. Namun, saya rasa sulit untuk menilai semua peluang kami sekarang,” ujar Espargaro, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Kamis (5/4/2018).
BACA JUGA: Pol Espargaro Curhat soal Perjuangannya Bersama KTM
“Namun, pada tahun lalu, dia bilang kami bisa mencapai 10 besar. Awalnya kami tidak memercayainya, karena kami tertinggal jauh. Siapa sangka, jelang akhir musim, saya dapat tampil luar biasa dan memiliki motivasi tinggi hingga mewujudkan hal tersebut. Dalam jangka panjang, tujuan terbesar saya adalah memenangkan gelar MotoGP untuk KTM," lanjutnya.
Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, Espargaro pun bertekad selalu memberikan penampilan yang apik di setiap seri MotoGP 2018. Pembalap asal Spanyol itu pun berharap bisa mendapatkan poin di setiap seri, termasuk di MotoGP Argentina.
BACA JUGA: Pol Espargaro Sambut Positif Kedatangan Tech 3 Musim Depan
Hal tersebut harus dilakukan Espargaro demi mewujudkan impian timnya menempati posisi keenam pada klasemen akhir tim. Selain itu, penampilan yang apik juga harus ditunjukkan Espargaro demi membayar penampilan buruknya di MotoGP Qatar 2018.
Pada seri sebelumnya, pembalap berusia 26 tahun itu tidak dapat meraih satu pun poin karena tak menyelesaikan balapan hingga akhir. Gangguan elektronik pada motor menjadi alasan Espargaro harus mengakhiri balapannya di Sirkuit Losail, Qatar.
(Ramdani Bur)