Ganda Putra Peraih Perak Olimpiade Rio Kritisi Aturan Servis Baru

Deden Rochman Saputro, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 01:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 12 40 1871757 ganda-putra-peraih-perak-olimpiade-rio-kritisi-aturan-servis-baru-1mDVtEsZKD.jpg Ganda putra Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Foto: BWF)

MULHEIM AN DER RUHR – Ganda putra Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong, mengkritisi aturan servis baru di turnamen bulu tangkis profesional dunia. Aturan itu menyebutkan bahwa servis dilakukan dalam ketinggian maksimal mencapai 115cm.

Alhasil, sejumlah pebulu tangkis dunia mengalami kesulitan dalam penerapan aturan servis tersebut. Bahkan, peraih medali emas Olimpiade 2008 dan 2012, Lin Dan turut menjadi korban dari regulasi yang baru diuji coba pada Jerman Open 2018 lantaran terhenti di perempatfinal usai kalah dari Ng Ka Long Angus (Hong Kong) dengan skor 16-21 dan 20-22.

Tak hanya Lin Dan, pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga dianggap salah servisnya oleh wasit di babak 8 besar Jerman Open 2018. Servis Praveen di-fault sebanyak 10 kali.

Baca juga: Terapkan Peraturan Servis Baru, Ini Penjelasan BWF

Selain itu, peraih medali perak Olimpiade Rio 2016, Goh/Tan terhenti di semifinal Jerman Open 2018 Super 300 setelah tumbang dari wakil Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Goh pun mengomentari penggunaan servis dengan ketinggian 115cm.

“Hakim terus mengatakan bahwa servis saya terlalu tinggi. Saya memiliki lebih dari 10 kesalahan sepanjang bermain pada Jerman Open 2018. Itu membuat frustrasi,” ungkap Goh, seperti dilansir Fox Sport Asia, Selasa (13/3/2018).

“Saya tidak tahu mengapa servis saya salah. Tidak ada penjelasan yang tepat. Saya merasa mendapat perlakuan yang tidak adil. Saya tidak bisa mengubah tinggi badan saya. Saya rasa saya harus jongkok saat melakukan servis,” ujarnya.

Pada final ganda putra, Takuto/Yuki keluar sebagai pemenang Jerman Open 2018. Lawan mereka yakni ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus puas menjadi runner-up dengan skor 16-21 dan 18-21. Salah satu penyebab kekalahan Fajar/Rian karena servis yang disalahkan wasit.

Baca juga: Ganda Putra Pelatnas PBSI Tak Masalahkan Aturan Servis Baru BWF

BWF selaku badan tertinggi bulu tangkis dunia mulai menguji coba aturan servis di mana shuttlecock berjarak 115 cm dari permukaan lantai saat servis di Jerman Open 2018. Aturan itu juga bakal diterapkan pada turnamen All England, 14-18 Maret 2018 di Birmingham Arena, Inggris.

Goh mengaku tetap ingin fokus tampil di All England 2018 meski ada aturan servis 115cm. Ia pun justru memprediksi bakal banyak keluhan dan protes soal aturan baru servis itu saat bergulirnya ajang bulu tangkis tertua di dunia tersebut.

“Saya dan Wee Kiong harus siap menghadapinya. Pada All England akan lebih banyak pemain elite dunia dibandingkan German Open sehingga saya pikir akan lebih lebih banyak pemain yang kecewa,” ucap Goh.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini