Fictor Roring Tegaskan Indonesia Butuh Center Naturalisasi

ant, Jurnalis · Sabtu 10 Februari 2018 04:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 10 36 1857491 fictor-roring-tegaskan-indonesia-butuh-center-naturalisasi-eKN5T5t9nk.jpg

JAKARTA - Pelatih tim nasional bola basket putra Fictor Roring mengungkapkan bahwa kekalahan timnya dari India pada turnamen uji coba menjelang Asian Games 2018, Jumat, menunjukkan Indonesia butuh center naturalisasi agar bisa bersaing di Asia.

"Kita memang butuh naturalisasi. Lihat saja pemain tertinggi India 218 centimeter, lebih tinggi 18 centimeter dari Dodo," ujar Fictor usai mendampingi timnya bertanding kontra India di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

Adapun Dodo adalah nama panggilan dari center timnas Indonesia Christian Ronaldo Sitepu yang merupakan pemain tertinggi di skuat Indonesia, bersama center Adhi Pratama. Dan, hanya mereka pemain timnas Indonesia yang tinggi badannya mencapai 200 centimeter.

India sendiri tercatat memiliki empat pemain berpostur setidak-tidaknya 200 centimeter dengan yang tertinggi yaitu center Satnam Singh Bhamara (218 centimeter).

Dengan kondisi seperti itu, Indonesia tampak kesulitan menembus "paint area" India ketika kedua tim berhadapan pada hari ini, Jumat (9/2), dan terpaksa mengandalkan tembakan-tembakan tiga angka.

Dengan pemain-pemain besarnya, di partai hari kedua turnamen uji coba jelang Asian Games 2018 itu, India solid dalam bertahan dan membuat 42 kali defensif rebound, sementara Indonesia "hanya" 33 kali.

Indonesia pun mencoba menggempur dengan 42 kali tembakan tiga angka sepanjang laga, lebih banyak 17 lemparan dari India. Meski demikian pada akhirnya Indonesia takluk 55-66.

Dalam kesempatan yang sama, center Indonesia Christian Ronaldo Sitepu juga setuju bila tim Merah Putih memiliki center naturalisasi. Menurut dia, selain bisa meningkatkan daya saing timnas Indonesia di Asia, keberadaan pemain naturalisasi juga bisa membuat pemain lainnya lebih baik.

"Dari postur kita memang kalah dibandingkan pemain Asia lainnya. Pemain-pemain Indonesia juga kurang pengalaman bertanding di laga-laga berkualitas tinggi. Jadi saya setuju jika ada center naturalisasi untuk kebutuhan tim," kata pria yang akrab disapa Dodo ini.

Baca Juga:

(CLS Knights Kembali Petik Kemenangan Beruntun di ABL 2017-2018)

Dari turnamen uji coba bola basket jelang Asian Games 2018, Indonesia sudah memetik satu kemenangan dari dua laga. Sebelum kalah dari India, pada Kamis (8/2) Indonesia menang dari Timor Leste dengan skor 135-30.

India, pada hari pertama, Kamis (8/2), takluk dari Thailand 72-79 sebelum menang atas Indonesia.

Berikutnya di hari ketiga, Sabtu (10/2), digelar pertandingan Indonesia versus Thailand mulai pukul 19.30 WIB. Indonesia harus menang dari Thailand, yang sudah menang dua kali masing-masing dari India dan Timor Leste, demi membuka kesempatan menjadi juara.

Partai penentuan itu akan didahului laga India kontra Timor Leste yang dimulai pada pukul 16.30 WIB.

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini