Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Luthi Tertantang untuk Beradaptasi di MotoGP 2018

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Senin, 05 Februari 2018 |14:15 WIB
Luthi Tertantang untuk Beradaptasi di MotoGP 2018
Thomas Luthi (Foto:AFP)
A
A
A

GOSSELIES – Pembalap Marc VDS Honda, Thomas Luthi, mengaku pengalamannya di kompetisi Moto2 yang lebih lama daripada biasanya telah membuatnya tertantang untuk beradaptasi dengan MotoGP 2018.

Pada musim 2018, pemain berusia 31 tahun tersebut akhirnya bergabung dengan kelas utama setelah berlomba di Moto2 pada awal 2010. Luthi juga sempat mengikuti kejuaraan di kelas 250cc selama tiga musim sebelumnya.

Sebelumnya Ia harus absen mengikuti tes MotoGP pada November 2017 dengan tim barunya akibat mengalami cedera patah tulang kaki pada akhir pekan di Grand Prix (GP) Malaysia. Alhasil ia baru memulai pengujian MotoGP di Sepang baru-baru ini.

Luthi yang berhasil menempati urutan ke-25 secara keseluruhan dalam ujian mengaku masih memiliki gaya membalap Moto2 dalam dirinya. Oleh sebab itu ia membutuhkan waktu lebih lama lagi agar dapat beradaptasi dengan MotoGP.

“Ini adalah dunia yang berbeda. Moto2 adalah sekolah yang brilian, tapi saya bertahun-tahun berada di Moto2 dan pastinya saya memiliki gaya Moto2 dalam diri saya,” terang Luthi, sebagaimana diberitakan Autosport, Senin (5/2/2018).

Baca Juga:

(Bos Honda Optimis Folger Bakal Comeback ke MotoGP)

“Saya perlu mengubahnya dan mungkin butuh sedikit waktu untuk mengubah gaya itu untuk beradaptasi dengan MotoGP. Namun saya berjanji akan lebih banyak bekerja untuk itu. Saya benar-benar bekerja di tikungan demi lap atau bahkan sudut tikungan untuk mengubah gaya ini menjadi motor MotoGP yang sangat penting,” tuntasnya.

Selain itu Luthi juga menyoroti ban depan milik Michelin sebagai bagian yang sulit dari kepindahannya menuju MotoGP. Pasalnya ia telah terbiasa menggunakan ban karet dari Dunlop pada kategori menengah selama bertahun tahun.

“Sulit untuk mendapatkan perasaan terutama dengan bagian depan. sangat sulit karena sangat berbeda dengan ban depan di Moto2. Langkah demi langkah semakin mendekat, tapu saya masih membutuhkan lebih banyak putaran. Saya pikir perlu mendorong lebih banyak lagi pada entri, lebih banyak pengereman lebih terlambat karena jika saya akan mengerem seperti di Moto2, maka ceritanya sama sekali berbeda,” tuntasnya.

(Leonardus Selwyn)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement