Image

Tersingkir di Babak Kualifikasi China Open 2017, Ini Alasan Sony Dwi Kuncoro

ant, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 18:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 40 1813978 tersingkir-di-babak-kualifikasi-china-open-2017-ini-alasan-sony-dwi-kuncoro-1HS1pF6iNS.jpg Sony Dwi tersingkir di babak kualifikasi China Open 2017. (Foto: Badmintonindonesia)

FUZHOU - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Sony Dwi Kuncoro, gagal menembus babak utama turnamen bulu tangkis China Open Superseries 2017 yang berlangsung di Fuzhou, China, 14-19 November 2017.

"Lawan bermain bagus. Saya seringkali bermain pasif saat unggul dalam poin. Saya kurang banyak melakukan variasi permainan dan lebih banyak bertahan," kata Sony selepas pertandingan di Fuzhou, seperti tercantum dalam situs resmi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Atlet berusia 33 tahun itu kalah pada putaran kedua babak kualifikasi oleh atlet China Ren Pengbo 16-21, 19-21 selama 47 menit permainan dalam turnamen tingkat super series premier itu.

Atlet senior bulu tangkis Merah-Putih itu semestinya menghadapi pemain Jepang Kenta Nishimoto Jepang pada laga pertama babak kualifikasi. Tapi, Sony langsung ke putaran final kualifikasi setelah Nishimoto mendapatkan promosi ke babak utama.

Pada game pertama, Sony sempat tertinggal 0-7 dari Ren. Ren terus memimpin dan memperlebar perolehan skor 16-5 sebelum merebut game pertama 21-16. Peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 itu membuka peluang dengan keunggulan 16-9 atas Ren. Tapi, Sony kembali tersusul lawan menjadi 15-16. Sony pun dipaksa mengakui keunggulan Ren dengan skor 19-21 pada game kedua.

"Saya bermain terlalu pelan saat sudah unggul. Saya sudah tahu semestinya satu dua poin permainan saya harus berubah cepat. Saya kehilangan poin karena terus menerima smes," katanya.

Sony mengakui kurang mengubah kecepatan bermain ataupun strategi permainan agar mengembalikan kedudukan terhadap Ren. Atlet asal Surabaya itu lantas menyiapkan keikutsertaannya dalam turnamen Hong Kong Super Series yang akan berlangsung mulai 21 November.

Meskipun kehilangan Sony, Indonesia masih punya dua atlet tunggal putra lain dalam turnamen China Terbuka. Mereka adalah Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

Jonatan akan menghadapi pemain andalan China Lin Dan pada laga pertama babak utama. Sedangkan Anthony akan melawan wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus pada laga pertama yang akan berlangsung pada Rabu 15 November 2017.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini