Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disiplin, Jadi Kunci IRE Lewati Trek Menantang di Eropa Barat

Deden Rochman Saputro , Jurnalis-Senin, 08 Mei 2017 |16:26 WIB
Disiplin, Jadi Kunci IRE Lewati Trek Menantang di Eropa Barat
Momen saat IRE melewat trek menantang di Eropa Barat. (Foto: Istimewa)
A
A
A

PERJALANAN dilanjutkan pada pukul 11.00 siang, Selasa 18 April 2017, tim keluar Kota Zurich menuju Milan Italia. Tim yang berkendara dibantu Andrea yang memandu jalan. Lalu tim keluar Kota Zurich menuju pergunungan Alpen, melewati Kota Andermatt dan merasakan terpaan hujan salju sepanjang jalan.

Kemudian tim IRE menuju Kota Lucerne dalam perjalanan ke Milan. Karena hujan salju, maka jalan pedesaan melewati pegunungan Alpen (Gotthard Strasse) ditutup, alternatifnya tim memasuki terowongan Gotthard Pass. Di sinilah, tim mendapat tantangan lain yakni terkena tilang dari kepolisian setempat usai berkonvoi melalui sisi kanan jalan.

Sebelum sampai di Milan, tim mampir di Danau Como sembari menyantap steak. Danau Como adalah danau yang terletak di ketinggian dengan pemandangan yang menajakan mata. Sekitar jam 19.00 malam tim tiba di Milan dan mulai dengan mengunjungi Ill Duomo, gereja tua yang terletak di kota Milan ini mampu menampung jemaat sebanyak 40.000 orang.

Gereja ini dibangun pada pada abad ke-14, dan dibangun saat zaman Napoleon. Atap atasnya terdiri dari 135 batu halus berukir dengan eksterior yang dihiasi dengan 2.245 patung-patung marmer.

(Foto: Istimewa)

Setelah semua masalah beres, tim bergegas menuju ke arah Torino dan belok ke kanan menuju Chamonix Mount Blanc, pegunungan salju terkenal di selatan Perancis dan merupakan tempat olahraga ski. Tim memilih beristirahat dan berfoto menikmati indahnya alam Mount Blanc.

Setelah berfoto bersama, tim bergerak meninggalkan Mount Blanc menuju arah Macon Perancis. Di daerah Magland tim berhenti untuk makan siang, sekaligus refueling motor. Cuaca saat itu cerah dan matahari nampak menyinari, walaupun demikian suhu udara tetap dingin. Tim bergerak lagi pada pukul 15.00 siang dan harus mengejar waktu untuk tiba di Macon sebelum gelap.

Tidak banyak yang tim perbuat di Macon. Selain tidak ada obyek turis, Macon hanyalah kota persinggahan atau tempat rehat para petualang yang sedang melintas. Pagi dini hari, tim bergegas menuju Paris, ini adalah hari ke lima tim berpetualang dengan sepeda motor.

Setelah itu, tim IRE kembali ke tempat penyewaan motor di Belanda. Mereka pun disambut oleh Jacob Schootan dan Lust dua orang kerabat asli Belanda. Setelah mengembalikan motor, tim menuju hotel dan malamnya melakukan perpisahan dengan Coen yang menjadi road captain. Suasana kekeluargaan dan perpisahan dilakukan di Restoran Indonesia ‘Bejo’ di Lange Leidsedwarstratt di Amsterdam Central.

(Ramdani Bur)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement