Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mia Audina vs Zhang Ning, Drama Indonesia Rebut Piala Uber Kedua pada 1994

Bagas Abdiel , Jurnalis-Rabu, 18 Januari 2017 |17:10 WIB
Mia Audina vs Zhang Ning, Drama Indonesia Rebut Piala Uber Kedua pada 1994
Mia Audina saat berlaga di Uber Cup (Foto: Tommy Cheng/AFP)
A
A
A

FINAL Piala Uber 1994 mengisahkan drama bagi tim putri Indonesia yang berhasil merebut gelar ajang beregu putri tertinggi di dunia untuk kedua kalinya. Tampil di publik sendiri yakni di Istora Senayan, Indonesia menghadapi China yang hendak mempertahankan Piala Uber di enam edisi berturut-turut.

Namun, tak ingin malu di publik sendiri, Indonesia tak tinggal diam. Menurunkan skuat terbaiknya, Indonesia menampilkan peraih emas Olimpiade Barcelona 1992, Susi Susanti sebagai motor utama tim Uber Indonesia.

Susi turun di partai pertama menghadapi Ye Zhaoying dan berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik dengan kemenangan 11-4 dan 12-10. Pada partai kedua, Finarsih/Lili Tampi menambah kemenangan bagi Indonesia menjadi 2-0 dan memperlebar peluang untuk Indonesia merebut Piala Uber dari tangan China.

Namun, harapan untuk juara rontok seketika. Dua partai berikutnya, Yuliani Santosa di nomor tunggal putri dan Eliza Nathanael/Zelin Resiana di ganda putri harus mengalami kekalahan. Maka partai kelima pun dilangsungkan.

Drama pun dimulai, sebab China menurunkan peringkat 12 dunia saat itu, sementara Indonesia diwakili sang bocah yakni Mia Audina yang masih berusia 14 tahun. Dan nasib Indonesia pun berada di pundak bocah berusia 14 tahun itu.

Namun dengan penampilan yang sangat mungil, Mia justru tampil gagah berani melawan Zhang yang usianya lebih tua lima tahun darinya saat itu. Tak diduga set pertama Mia berhasil merebut kemenangan dengan meyakinkan 11-7.

Bahkan set kedua Indonesia hampir saja memastikan Piala Uber kembali ke tangan Indonesia, namun Zhang Ning yang lebih berpengalaman menuntaskan set kedua dengan skor tipis 10-12. Sementara set ketiga, Mia tampil ganas. Bocah 14 tahun berhasil membawa Piala Uber bagi Indonesia dihadapan publik sendiri.

Kemenangan itu pun juga memastikan Indonesia mengawinkan gelar Piala Thomas-Uber untuk kedua kalinya. Sebelumnya, Indonesia mengawinkan gelar untuk pertama kalinya pada 1975.

(Fetra Hariandja)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement