Pihak tim medis juga mengaku telah melakukan pengecekan rute setelah pihak panitia menentukan jalur yang dilewati. Dalam pengecekan rute tersebut, tim medis melakukan evaluasi dan membagi menjadi daerah rawan kecelakaan dan daerah dengan potensi kecelakaan ringan.
“Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Kami juga melakukan pengecekan rute untuk mencari jalur alternatif serta mencari titik-titik rawan untuk menempatkan ambulan. Kam juga mendapat bantuan dari radio antar penduduk untuk melakukan evakuasi,” ujar Dokter Kris Yudi saat ditemui Okezone.
Menurut pantauan Okezone, tim medis yang bertugas cukup cepat dalam bertindak. Para pembalap yang mengalami kecelakaan langsung dilarikan ke rumah sakit dan diadakan rontgen untuk mengetahui akibat dari kecelakaan.
Balapan tahun ini memang menjadi ujian tersendiri bagi tim medis. Bagaimana tidak, rute yang panjang membuat mereka harus waspada dengan kecelakaan yang terjadi. Ini jelas berbeda dengan gelaran pertama yang tak sepanjang gelaran tahun 2016.
Sebagai catatan, balapan Tour de Linggarjati memang beberapa kali diwarnai kecelakaan. Pada hari pertama terdapat satu pembalap yang mengalami kecelakaan dan tak bisa melanjutkan balapan di dua etape selanjutnya. Sementara pada etape kedua dan ketiga, kecelakaan masih tak bisa dihindarkan. Itu terjadi karena sulitnya karakteristik lintasan di Tour de Linggarjati.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.