Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesigapan Tim Medis saat Hadapi Tour de Linggarjati 2016

Aditya Wahyutomo , Jurnalis-Kamis, 03 November 2016 |14:25 WIB
Kesigapan Tim Medis saat Hadapi Tour de Linggarjati 2016
Suasana balapan Tour de Linggarjati. (Foto: Aditya Wahyutomo/Okezone)
A
A
A

BALAPAN sepeda road race di Indonesia memang tengah berkembang pesat. Masih-masing daerah di Indonesia memanfaatkan ajang internasional ini untuk menggaet perhatian banyak pihak. Tak semata-mata menonjolkan sisi olahraga, balapan sepeda road race umumnya dijadikan ajang promosi kekayaan pariwisata.

Maklum saja, balapan road race yang diselenggarakan di Indonesia umumnya melewati tempat-tempat bersejarah atau pariwisata alam yang ada. Itu tentu menjadi modal bagus agar pariwisata di Indonesia semakin maju.

Namun dari segi olahraga, tak mudah untuk mempersiapkan sebuah gelaran road race berskala internasional. Pihak penyelenggara tak bisa sembarangan menyatakan diri menggelar balapan internasional. Terdapat organisasi Union Cycliste Internationale (UCI) yang mengatur regulasi sebuah balapan internasional.

UCI juga turun langsung dalam gelaran Tour de Linggarjati yang berlangsung akhir pekan lalu. Gelaran Tour de Linggarjati memang baru dua kali diselenggarakan. Namun harus diakui bahwa gelaran kali ini jauh lebih baik jika yang dibandingkan edisi pertama. Setidaknya terdapat delapan negara asal pembalap yang berpartisipasi di ajang Tour de Linggarjati.

Dalam gelaran kedua ini, pihak penyelenggara memerhatikan betul segala aspek yang dibutuhkan dalam sebuah balapan road race termasuk yang terutama adalah kesehatan para pembalap. Perlu menjadi catatan bahwa gelaran Tour de Linggarjati memang melewati lintasan yang cukup ekstrem. Para pembalap disuguhkan dengan tanjakan dan turunan yang disertai tikungan tajam. Terlebih lagi minimnya lintasan datar membuat tenaga para pembalap terkuras habis.

Demi mengantisipasi sesuatu yang tak diinginkan, panitia telah menyiapkan tim dokter yang berasal dari seluruh rumah sakit baik milik swasta maupun pemerintah yang ada di Kabupaten Kuningan. Tak hanya melibatkan para dokter, tim kesehatan juga melibatkan banyak pihak untuk menangani kecelakaan.

Menurut penuturan Dokter Kris Yudi dan Dokter Edi Martono yang menjadi bagian dari tim medis Tour de Linggarjati, setidaknya 160 orang telah dilatih untuk mempersiapkan gelaran Tour de Linggarjati. Seluruh anggota medis yang berasal dari 37 Puskesmas serta delam rumah sakit baik swasta maupun milih pemerintah hadir dalam persiapan baik secara teori maupun praktek.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement