JAKARTA – Kontingen Indonesia meraih hasil buruk di pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara, SEA Games 2015. Di Singapura, para duta Tanah Air hanya sanggup meraih ranking kelima. Ini menjadi raihan terburuk Indonesia sejak SEA Games pertama kali digelar pada 1977.
Di Sea Games sebelumnya, Indonesia selalu konsisten ada di empat besar. Namun, di gelaran kali ini Tim Merah Putih hanya mampu menggondol 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu, sekaligus harus mengakui keunggulan Thailand, Singapura, Vietnam, bahkan Malaysia.
Pertanyaan besar tentu patut ditujukan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pasalnya, sebelum event digelar Menpora Imam Nahrawi sempat sesumbar dengan mematok target runner-up untuk Indonesia.
Legenda tinju Tanah Air, Chris John pun ikut bicara soal kegagalan para duta Tanah Air di Negeri Singa. The Dragon –julukan Chris– menilai kalau Menpora dan pemerintah punya andil besar dalam kegagalan tersebut.
“Jelas Menpora dan pemerintah punya andil besar dalam kegagalan tersebut. Menpora sendiri harusnya bisa lebih aktif mengawasi bagaimana kemajuan setiap cabor. Saya kira dia harus lebih sering terjun ke lapangan dan mengecek langsung. Jadi, dia bisa melihat langsung kenyataannya di lapangan, apakah atlet sudah kompetitif atau tidak,” tutur Chris kepada Okezone via telepon, Rabu 17 Juni 2015.
“Atau kalau perlu dia lebih proaktif bertanya kepada atlet soal apa yang mereka butuhkan agar bisa tampil maksimal. Intinya soal kebutuhan mendasar tiap-tiap cabor. Meskipun sulit, tapi inilah sebenarnya tugas Menpora. Jangan cuma duduk di balik meja dan terima data saja!” imbuhnya.
Mantan juara dunia kelas bulu versi WBA ini juga menyarankan agar evaluasi besar-besaran segera dilakukan.
“Semua cabor harus dievaluasi, khususnya yang prestasinya menukik tajam. Saya juga mendengar selentingan soal dana pembinaan dan uji coba yang macet. Kemenpora yang sekarang harusnya bisa lebih baik! Jam terbang para pelatih juga harus ditambah dengan belajar perkembangan ilmu kepelatihan terbaru. Event pertandingan atau uji coba bagi atlet juga harus diperbanyak, baik lokal maupun internasional,” terangnya lagi.
“Jangan lupa bagi para atlet untuk memperhatikan soal gizi. Jangan dianggap sepele soal hal yang satu ini. Kalau gizi kurang baik, gimana si atlet bisa tampil maksimal,” pungkas The Dragon.
(Fetra Hariandja)