nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inasoc Sumsel Dituding Ingkar Janji

Deddy Pranata, Jurnalis · Senin 28 November 2011 16:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 11 28 43 535248 vFoNnoLzX6.jpg Foto: Ist

PALEMBANG - Perhelatan akbar SEA Games XXVI 11-22 November yang telah berakhir masih menyisakan berbagai masalah. Pembayaran honor para petugas Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) yang tidak sesuai perjanjian awal menuai protes dari ratusan orang yang mendatangi kantor KONI Sumatera Selatan.

Kedatangan petugas UPP ke kantor KONI Sumsel bermaksud untuk bertemu dan menagih janji dari Muddai Madang selaku Ketua Inasoc Daerah yang sekaligus Ketua KONI Sumsel. Selama pelaksanaan SEA Games, petugas UPP yang sebagian besar terdiri dari pelajar dan mahasiswa di Palembang dibagi ke dalam 15 kelompok dengan tiap kelompok beranggotakan 21 orang.

Menurut Herman Hambali salah satu ketua kelompok, para petugas UPP dijanjikan akan menerima honor Rp 200 ribu perhari selama 16 hari kerja. Pada prakteknya, baru menerima Rp 500 ribu sebagai uang muka.

"Kami baru menerima Rp 500 ribu sebagai uang muka, pihak Inasoc berjanji akan melunasi setelah SEA Games selesai, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan sama sekali," ujar Herman, Senin (28/11/2011) kepada wartawan.

Kekecewaan 432 petugas UPP tidak hanya sebatas permasalahan honor selama pelaksanaan SEA Games saja. Petugas UPP harus merogoh kocek sendiri untuk menutupi biaya transportasi dan konsumsi selama proses latihan yang sudah dimulai pada bulan Juni.

"Kita hanya diberikan uang transportasi mengikuti latihan sebesar Rp 43 ribu selama 3 hari. Padahal kita latihan tiga kali seminggu sejak bulan Juni, jadi terpaksa kita pakai uang sendiri untuk menutupi kebutuhan transportasi dan konsumsi selama enam bulan proses latihan," lanjutnya.

Dijelaskan Herman, seluruh petugas UPP akan terus memperjuangkan hak mereka yang seharusnya sudah diterima karena SEA Games sudah usai. "Kalau Inasoc Sumsel tidak mau menepati janji, kita akan lapor ke DPRD Sumsel. Bila perlu kita adukan ke KPK," tegasnya.

(acf)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini