LONDON - Berbeda dengan sejumlah tim lain yang memandang sinis kehadiran tim-tim baru di pentas Formula One 2010, bos tim Mercedes Norbert Haug justru memberikan dukungan. Namun, Haug menegaskan bila tim-tim langganan F1 harus memberikan kesempatan kepada tim baru terebut untuk unjuk kebolehan.
Diketahui, musim ini F1 akan kedatangan tiga kontestan baru yakni Lotu, Virgin Racing dan Hispania Racing Team yang dulunya bernama Campos Meta. Namun, kehadiran ketiga tim anyar ini jusrtu tidak di sambut baik sejumlah tim. Ferrari misalnya: skuad kuda jingkrak menilai kehadiran tim baru justru akan menurunkan pamor F1. Pasalnya daya saing ketiga tim itu masih jauh dengan sejumlah kontestan lain.
Komentar yang dilontarkan kubu Ferrari memang bukan tanpa alasan. Pada sesi ujicoba yang digelar di Jerez, Valencia dan Barcelona, kontestasn baru ini gagal menunjukkan diri bahwa mereka tim yang kompetitif. Lotus dan Virgin bahkan harus tertinggal hingga lima detik di sesi ujicoba. Sementara satu tim lainnya, Hispania Racing Team (HRT) justru belum meluncurkan mobil yang akan digunakannya di GP Bahrain, akhir pekan ini.
Meski sadar ketiga tim ini bakal kesulitan bersaing dengan sejumlah tim langganan yang lain. Namun, Haug tetap menyambut baik kehadiran mereka. Haug pun memberikan tips, agar mereka bersabar jika ingin bersaing dengan tim-tim lainnya.
“Saya kira, pertama kita harus menghormati mereka,” papar Haug sebagaimana dikutip Autosport, Kamis (11/3/2010).
“Ini menunjukkan bahwa masuk ke ajang Formula One merupakan hal yang tidak mudah. Ini (F1) merupakan lingkungan yang sangat kompetitif dan saya bisa katakan pada Anda bahwa ada tujuh hingga delapan tim yang akan tampil kompetitif musim ini,” tambahnya.
“Jadi, tim untuk tim baru yang akan meramaikan persaingan, mereka harus melakukan gebrakan besar. Tapi, kami juga harus memberikan waktu kepada mereka untuk melakukannya,” tandas Haug.
“Saya rasa, ini merupakan sinyal yang bagus bagi F1. Sebab, masih ada tim baru yang siap bersaing ditengah kondisi sulit. Saya tahu, mereka juga tak mudah mendapatkan dukungan dan uang dari sponsor. Jadi, kami harus menghargai keberadaan mereka,” ujar Haug.
(Achmad Firdaus)