KEJUARAAN Formula 1 musim 2009 banyak memberi kejutan dan shock therapy, tak hanya untuk fans, melainkan juga di kalangan paddock F1. Kejutan dimulai sejak kompetisi balap jet darat dimulai hingga selesai dengan ditandai resmi hengkangnya tiga tim dan konfirmasi empat tim baru yang dipastikan menghias grid tahun depan.
Kejutan
Kemenangan besar! Prestasi inilah yang mengejutkan sejumlah kalangan. Tak tanggung-tanggung, pencetaknya tidak lain adalah tim baru eks-Honda Racing, Brawn GP.
Pasukan Ross Brawn merebut posisi satu-dua di seri pembuka Grand Prix Australia. Jenson Button mencatat waktu tercepat, disusul rekan setimnya Rubens Barrichello di posisi kedua.
Melbourne pun menjadi saksi kebangkitan skuad Brackley usai ditinggalkan manufaktur asal Jepang. Honda, akhir 2008 lalu. Sepeninggal Honda, Ross Brawn dan anak buahnya sempat terancam tanpa pekerjaan. Sebelum akhirnya, Brawn membeli murah saham Honda dan mengubah nama skuad menjadi Brawn GP, sekaligus menyelamatkan nyawa dua pembalap setia di kancah balap elit kelas dunia.
Dua podium pertama di Australia praktis menjadi shock therapy bagi sejumlah tim papan atas, termasuk Ferrari, McLaren dan Red Bull. Ini merupakan awal kontestasi di lintasan bukan lagi duel ketat tiga tim tersebut. McLaren dan Ferrari terbukti seringkali terdepak dari kompetisi.
Tak disangka, BGP001 terus menggila. Sang jagoan, Button pun tak hanya meraih satu podium, melainkan enam di tujuh seri pertama, dan dinobatkan sebagai juara dunia F1 pada akhir musim.
Button, setelah sembilan tahun berjuang mempertahankan karier Formula 1, resmi merebut mahkota yang coba digenggam McLaren dan Lewis Hamilton. Sedangkan Brawn GP sukses menyabet gelar konstruktor yang sebelumnya ditorehkan skuad veteran Ferrari.
Tim Papan Atas Melempem
Musim 2009 terbilang menjadi ajang pembuktian tim-tim papan bawah, setelah mendapati sejumlah tim elit kedodoran sejak awal musim.
Ferrari bahkan tak mampu menembus lima besar. Kimi Raikkonen hanya bisa bertengger di posisi keenam klasemen pembalap.
Tahun ini menjadi momen ternahas bagi pasukan Maranello. Sang jagoan, Felipe Massa, mundur dari perebutan gelar juara dunia setelah mengalami kecelakaan dramatis di sesi kualifikasi GP Hungaria, Juli 2009. Kendati nyawanya sempat terancam, si Paulista selamat.
Sebaliknya, musim 2009 menjadi awal manis Force India. Tim besutan Vijay Mallya ini akhirnya mampu menuntaskan kompetisi dengan torehan 13 poin, tepat. Pada debutnya musim lalu mereka berakhir tanpa poin di tangan.
Perpisahan
Tahun ini F1 diwarnai sejumlah kekisruhan. Mulai dari pengusutan spygate dan liegate GP Australia 2009 yang melibatkan McLaren, hingga terbongkarnya crashgate GP Singapura 2008 yang dilakukan Renault.
Dua dari tiga kasus di atas sempat membuat dua pembalap, Lewis Hamilton (liegate) dan Nelson Piquet (crash gate) ciut. Keduanya dituding berperan demi memuluskan aksi masing-masing tim.
Kendati sejumlah kalangan sempat menyebutnya pembohong, Hamilton pun terbebas dari tuduhan. Sementara Piquet harus menanggung kekecewaan karena bos tim Flavio Briatore memecatnya. Briatore sendiri akhirnya dihukum seumur hidup. Dia dilarang terlibat aktivitas apapun di F1.
Perpisahan lebih banyak terjadi di akhir musim. Kimi Raikkonen resmi memutus kontrak yang semestinya berakhir 2010 sekaligus melepas karier di F1. Juara dunia 2007 ini memudahkan peluang pembalap Renault Fernando Alonso bersanding dengan Massa, pada 2010.
Kubu sang juara pun pecah. Ross Brawn kehilangan dua jagoannya sekaligus. Rubens Barrichello memutuskan hengkang dan bergabung dengan Williams. Sedangkan Jenson Button menerima tawaran berpasangan dengan Hamilton mengusung bendera the Silver Arrows, tahun depan.
Bukan hanya pembalap dan tim yang berpisah. Tiga tim F1 dipastikan tidak akan nampak di lintasan musim depan. Sebab, BMW dan Toyota memutuskan mengikuti jejak Honda. Menarik seluruh saham. Praktis, pabrikan Jepang habis di F1.
Namun, F1 tidak kekurangan tim. Karena musim depan, sebagaimana target ringmaster F1, Bernie Ecclestone, sekira 26 mobil bakal menghias grid. Empat tim tambahan, USF1, Campos Meta, Virgin Racing dan Lotus dipastikan meramaikan aksi pembalap di 19 seri Grand Prix F1 2010.
(Azwar Ferdian)