KABAR kurang mengenakkan menghampiri pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang berlaga di kejuaraan dunia Moto3 2026. Perolehan poin serta posisinya di papan klasemen sementara kini terancam mengalami pengurangan akibat keputusan terbaru dari Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM).
Saat ini, Veda bertengger di peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 115 poin. Namun, situasi tersebut berpotensi berubah setelah Pengadilan Banding Internasional FIM menganulir hukuman diskualifikasi terhadap pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez.
Sebagai pengingat, FIM sempat menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada Fernandez pada Juni 2026 lalu. Hukuman berat tersebut diberikan lantaran adanya dugaan penggunaan mesin ilegal, di mana segel pada dua mesin Honda milik timnya terindikasi telah dibuka tanpa prosedur resmi.
Sesuai regulasi ketat Moto3, setiap mesin yang telah disegel secara resmi dilarang keras untuk diintervensi atau dimanipulasi dalam bentuk apa pun tanpa persetujuan otoritas balap.
Dampak dari sanksi tersebut membuat seluruh hasil balapan Fernandez di enam seri awal—yakni GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya—dibatalkan secara sepihak.
Pembatalan hasil balapan Fernandez sebelumnya memberikan keuntungan secara langsung bagi pembalap lain, termasuk Veda Ega Pratama. Salah satu dampak paling signifikan terjadi pada gelaran Moto3 GP Prancis di Sirkuit Le Mans.
Kala itu, Veda sejatinya menyelesaikan balapan dengan finis di urutan keempat. Namun, menyusul keputusan diskualifikasi Fernandez yang finis di depannya, posisi Veda secara otomatis terangkat naik ke podium ketiga dan berhak atas tambahan poin yang lebih besar.