Dilansir dari laman Okezone, julukan Baby Alien yang melekat pada Marc Marquez ternyata memiliki sejarah panjang. Sebelum Marquez muncul di kelas utama MotoGP, pembalap Colin Edwards lebih dulu melabeli sejumlah pembalap papan atas, yakni Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Dani Pedrosa, sebagai Alien. Sebutan itu merujuk pada kehebatan dan dominasi mereka di lintasan.
Pada 2013, Stoner memutuskan pensiun sehingga hanya tersisa tiga Alien. Di saat yang sama, muncul Marc Marquez yang langsung menguasai persaingan dan mampu mengungguli para seniornya. Pada musim debutnya, Marquez langsung dinobatkan sebagai rookie of the year. Prestasi itu membuatnya dinilai pantas menggantikan posisi Stoner sebagai Alien berikutnya.
Namun, lantaran usianya yang masih sangat muda, sebutan tersebut berubah menjadi Baby Alien, atau alien yang masih bayi. Sejak saat itu, julukan tersebut terus melekat pada dirinya.
Tak hanya sukses sebagai pendatang baru, Marc Marquez juga mencatatkan diri sebagai juara dunia termuda MotoGP pada usia 20 tahun 266 hari. Capaian itu sekaligus menggulingkan rekor sebelumnya yang dipegang Freddie Spencer.
Selain itu, Marquez sukses merebut gelar juara dunia di kelas 125cc pada 2010 saat baru berusia 17 tahun 63 hari. Pencapaian tersebut menunjukkan bakat luar biasa yang sudah terlihat sejak usia remaja.
Dengan deretan rekor dan prestasi tersebut, Marc Marquez membuktikan julukan Baby Alien bukan sekadar sebutan. Bakat luar biasa yang sudah terlihat sejak usia belia menjadikannya salah satu nama terbesar dalam sejarah MotoGP, dan kiprahnya hingga kini masih terus menjadi sorotan para penggemar balap motor dunia.
(Rivan Nasri Rachman)