Debut mengejutkan dan gelar juara dunia (2019-2021):
Bersama tim satelit Petronas Yamaha SRT pada 2019, ia langsung mencuri perhatian lewat deretan pole position dan podium, kerap bertarung ketat dengan Marc Marquez. Setelah naik ke tim pabrikan Monster Energy Yamaha pada 2021, ia tampil konsisten dan dominan untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP, sekaligus menorehkan tinta emas bagi Prancis.
Perebutan gelar dan masa sulit Yamaha (2022-2023):
Quartararo finis sebagai runner-up pada 2022 usai duel sengit dengan Francesco Bagnaia di paruh kedua musim. Setelah itu, ia harus menghadapi krisis performa karena Yamaha tertinggal secara teknis dari para pabrikan Eropa. Meski motornya kalah kompetitif, ia terus menggali potensi M1 hingga melampaui batas kemampuan motornya.
Loyalitas dan Upaya Bangkit (2024-2025):
Memasuki musim 2024 dan 2025, Quartararo menunjukkan loyalitas dengan memperpanjang kontrak jangka panjang bersama pabrikan asal Iwata itu. Sebagai ujung tombak tim, ia memimpin proyek restrukturisasi teknis dan pengembangan besar-besaran Yamaha bersama Alex Rins, dengan tekad mengembalikan tim berlogo garpu tala itu ke puncak kejayaan balap motor dunia.
Berpisah (2026)
Pada akhirnya, Quartararo memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan Yamaha. Di tengah-tengah MotoGP 2026, Quartararo secara mengejutkan mengumumkan pindah ke tim pabrikan Honda (HRC Honda), dengan durasi kontrak selama dua musim.
Berikut sejumlah fakta menarik tentang Fabio Quartararo yang patut diketahui:
Julukan unik. Quartararo dikenal dengan julukan "El Diablo" atau "Sang Iblis". Julukan ini bermula dari helm replika milik Roberto Locatelli yang ia kenakan.
Akrab dengan pembalap F1. Ia menjalin hubungan baik dengan sejumlah pembalap Formula 1, seperti Daniel Ricciardo, Pierre Gasly, dan Esteban Ocon.
Pernah jadi model. Quartararo pernah tampil sebagai model untuk merek fesyen Dolce & Gabbana.
Peduli lingkungan. Ia menggagas tantangan #FQFUELCHALLENGE, yang mengajak para pembalap menempuh jarak sejauh mungkin dengan bahan bakar sesedikit mungkin.
(Rivan Nasri Rachman)