PERJALANAN karier Jonatan Christie di kancah bulu tangkis dunia selalu dipenuhi cerita inspiratif yang membanggakan. Salah satu momen paling ikonik dalam sejarah kariernya terjadi saat ia sukses menyumbangkan medali emas bergengsi dari ajang Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta-Palembang.
Kala itu, pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo ini harus berjuang memeras keringat sebelum memastikan podium tertinggi. Ia menumbangkan wakil unggulan asal Taiwan, Chou Tien-chen, melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor 21-18, 20-22, 21-15.
Di balik kesuksesan bersejarah tersebut, tersimpan peran emosional dari sang ayah, Andreas Adi. Sebab ayah Jonatan-lah yang memberikan dorongan mental luar biasa sehari sebelum pertandingan final dihelat.
Sosok sang ayah memang menjadi fondasi utama dalam perjalanan karier Jojo sejak kecil. Diperkenalkan dengan raket bulu tangkis sejak usia enam tahun, Jojo yang sempat menekuni sepak bola dan basket akhirnya diarahkan sepenuhnya untuk fokus di jalur bulu tangkis oleh ayahnya.
Usai memastikan keping medali emas di tangan, Jojo secara terbuka menceritakan kisah di balik layar kepada para awak media. Ia menceritakan pesan mendalam yang disampaikan orang tuanya saat menyambangi hotel tempatnya menginap.
"Pesen dari papa mama, kemarin mereka datang ke hotel. Dari dulu cita-cita papa ingin mengumandangkan Indonesia Raya, jadi dia minta tolong ke saya untuk jadi juara," kata Jojo di ruang konferensi pers Istora Senayan, pada Agustus 2018 lalu.
Permintaan tulus sang ayah itulah yang kemudian melecut semangat juang Jojo di atas lapangan untuk mempersembahkan yang terbaik bagi kejayaan Merah Putih.
Kini, siklus prestasi terus berlanjut seiring pemanggilan kembali Jonatan ke dalam daftar 20 pebulu tangkis elite pelatnas PBSI untuk memperkuat kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2026 mendatang. Ekspektasi tinggi kembali disematkan di pundak pemain senior tersebut.
Jojo diproyeksikan tidak hanya turun di nomor perorangan, tetapi juga memegang peran vital sebagai motor penggerak tim di nomor beregu. Jonatan akan bahu-membahu bersama para talenta muda berbakat seperti Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah. Kombinasi kekuatan ini diharapkan mampu mengulang kejayaan masa lalu dan memenuhi target medali emas bagi Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)