NEW YORK – Keberhasilan Alexander Zverev menjuarai ajang US Open 2026 tidak hanya menorehkan prestrasi dalam sejarah karier tenisnya, tetapi juga membawanya pada gelimang kekayaan fantastis. Petenis asal Jerman tersebut sukses mengamankan gelar Grand Slam keduanya tahun ini setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Ben Shelton, di partai final, Senin (14/9/2026) dini hari WIB.
Pertandingan final US Open 2026 yang berlangsung sengit di Flushing Meadows ini mempertemukan dua pemain yang sama-sama memburu sejarah. Bagi Zverev, kemenangan ini menjadi penebusan manis untuk mengangkat trofi US Open pertamanya.
Sementara itu, Ben Shelton harus puas keluar sebagai runner-up dan membawa pulang hadiah besar atas pencapaian impresifnya sepanjang turnamen.
Kompetisi akbar US Open tahun ini mencatatkan sejarah baru sebagai turnamen dengan total kompensasi pemain terbesar di dunia tenis. Panitia penyelenggara menggelontorkan total hadiah fantastis senilai USD 108 juta (Rp1,9 triliun) atau meningkat sekira 20 persen jika dibandingkan dengan edisi tahun sebelumnya.
Lonjakan prize pool ini membuat nominal cek kemenangan melonjak drastis dibanding Grand Slam lainnya. Menurut laporan dari Sportsbible, Senin (14/9/2026), sebagai juara tunggal putra, Zverev berhak atas hadiah uang tunai sebesar USD 5,5 juta (Rp97 miliar).
Di sisi lain, Ben Shelton selaku runner-up tetap mengantongi nominal menggiurkan senilai USD 2,8 juta. Selisih USD 2,7 juta (Rp49 miliar) menjadi tambahan motivasi tersendiri di laga final meski trofi utama tetap menjadi fokus utama di lapangan.
Dominasi US Open sebagai turnamen dengan bayaran tertinggi semakin terlihat jelas jika dibandingkan dengan tiga ajang Grand Slam bergengsi lainnya sepanjang musim ini. Wimbledon berada di urutan kedua dengan total hadiah mencapai USD 87 juta (Rp1,5 triliun), di mana sang juara sektor putra yaitu Jannik Sinner mengamankan sekira USD 4,9 juta (Rp86 miliar).
Selanjutnya, turnamen Australian Open menyediakan total hadiah USD 80 juta (Rp1,4 triliun) dengan Carlos Alcaraz sukses membawa pulang cek senilai USD 3 juta (Rp52,9 miliar). Adapun French Open mencatatkan total prize pool terendah di antara empat Grand Slam dengan angka USD 72 juta (Rp1,2 triliun), di mana Zverev sempat mengantongi USD 3,3 juta (Rp58 miliar) saat menjuarainya awal tahun ini.
Pencapaian finansial di New York ini melengkapi tahun luar biasa bagi Zverev di panggung tenis internasional. Angka USD 5,5 juta (Rp97 miliar) yang masuk ke rekeningnya semakin mendongkrak total pendapatan sepanjang kariernya secara signifikan.
(Rivan Nasri Rachman)