"Harapan kami ke depan semakin banyak perempuan, kehadiran perempuan, keterlibatan perempuan di pacuan kuda," tutur Esther.
Dia berharap semakin banyak perempuan melihat industri pacuan kuda sebagai ruang untuk berkompetisi sekaligus membangun karier. Peluang tersebut juga terbuka di balik layar, termasuk dalam bidang event management dan perusahaan yang bergerak di industri pacuan kuda.
"Misalnya ingin berkarier di event management atau di perusahaan semacam Sarga.co yang mempromosikan pacuan kuda, jadi lebih banyak keterlibatan perempuan," ujarnya.
Pengakuan melalui The Sraya Recognition kategori Social Impact diharapkan menjadi momentum untuk memperluas keterlibatan perempuan dalam olahraga tersebut. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat di lintasan maupun di balik penyelenggaraan, pacuan kuda Indonesia diharapkan berkembang menjadi olahraga yang lebih inklusif.
(Wikanto Arungbudoyo)