Mantan Pembalap F1 Semprot Lewis Hamilton Gara-Gara Ngamuk di Radio saat F1 GP Belanda 2026

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Jum'at 28 Agustus 2026 15:44 WIB
Mantan Pembalap F1 Semprot Lewis Hamilton Gara-Gara Ngamuk di Radio saat F1 GP Belanda 2026 (Instagram/@lewishamilton)
Share :

JAKARTA - Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, menyemport pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, gara-gara meluapkan kekesalannya melalui radio tim di F1 GP Belanda 2026. Ia menilai, Lewis Hamilton seharusnya bisa lebih menahan diri. 

1. Hamilton Ngamuk di Radio

Kekesalan Lewis Hamilton terhadap Ferrari menjadi salah satu topik yang ramai dibicarkan setelah F1 GP Belanda 2026. Juara dunia tujuh kali itu berulang kali mengungkapkan ketidakpuasannya melalui radio tim saat balapan berlangsung. Ia mempertanyakan strategi yang diterapkan serta waktu yang terbuang saat berada di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc.

Sehari setelah balapan, Hamilton menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial atas caranya meluapkan kekesalan. Ia mengakui emosinya sempat tak terkendali di tengah situasi yang memanas. Ia menegaskan kembali komitmennya terhadap Ferrari dan menjelaskan bahwa luapan emosinya di radio tim muncul dari keinginan untuk meraih hasil terbaik bagi tim, bukan karena kurangnya kepercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya.

Lewis Hamilton melaju di F1 GP Barcelona-Catalunya 2026 (Foto: Scuderia Ferrari)

2. Ralf Schumacher Semprot Hamilton

Melansir gpblog, Jumat (28/8/2026), saat berbicara di podcast Backstage Boxengasse, Schumacher mengatakan ia bisa memahami kekesalan Hamilton sesaat setelah balapan usai, terutama ketika emosi masih meluap-luap. Namun, mantan pembalap F1 itu berpendapat bahwa usia, pengalaman, dan status Hamilton di dunia balap menuntutnya untuk menyikapi situasi tersebut dengan cara berbeda, khususnya terkait kritik terbuka terhadap Ferrari.

"Saya bisa memahami adanya rasa frustrasi. Hal itu wajar dirasakan seorang pembalap, apalagi sesaat setelah balapan ketika emosi masih memuncak. Namun, mengingat usia dan reputasinya, ia bisa saja menyikapinya dengan cara yang sedikit berbeda. Terutama saat harus mengkritik tim di depan publik," tuturnya.

Ia juga berpendapat, saat ini Ferrari lebih berhak mendapatkan kesabaran dari Hamilton—dan bukan sebaliknya. Hal ini mengingat sulitnya musim pertama sang juara dunia tujuh kali itu bersama tim tersebut. 

 

Menurutnya, hal itu seharusnya mendorong Hamilton untuk menyampaikan kritik secara lebih terukur, alih-alih secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasan atas cara tim menangani balapan.

"Namun, seperti yang Anda ketahui sendiri, di lingkungan paddock—dan saya berbicara khususnya mengenai pihak Italia—beredar rumor bahwa ini adalah kali pertama seorang pembalap dianggap lebih penting daripada merek itu sendiri oleh orang-orang Italia," ucapnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya