JAKARTA - Max Verstappen memperpanjang kontraknya di Red Bull Racing hingga 2030. Usai perpanjangan kontrak tersebut, muncul rumor gaji Verstappen naik signifikan hingga tembus USD100 juta.
Menjelang akhir pekan balapan di Zandvoort, beredar kabar Verstappen akan mendapatkan tambahan gaji sekitar 10 juta euro dibandingkan saat ini, melansir gpblog, Rabu (26/8/2026). Gaji pembalap berusia 28 tahun itu sebelumnya diperkirakan sebesar 60 juta euro per tahun, yang kemudian akan naik menjadi 70 juta euro. Angka tersebut kabarnya sudah menempatkan Verstappen di atas pendapatan Lewis Hamilton di Ferrari. Menurut rumor, juara dunia tujuh kali itu menerima sekitar enam puluh juta euro per tahun.
Jurnalis F1 Joe Saward melaporkan, gaji Verstappen telah dinaikkan dengan jumlah yang jauh lebih besar. Menurut jurnalis asal Inggris tersebut, Verstappen saat ini mengantongi 75 juta dolar per tahun atau sedikit di atas 64 juta euro. Kesepakatan itu ditandatangani pada awal 2022 sebagai perpanjangan lima tahun dari kontrak sebelumnya.
Kontrak tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung dari tahun 2024 hingga 2028. Selama periode itu, ia memenangkan dua gelar juara dunia lagi, yang semakin meningkatkan nilai dirinya.
Kontrak baru ini kabarnya bernilai gaji pokok sekitar USD100 juta, dengan bonus yang berpotensi mendongkrak angka tersebut hingga melampaui USD120 juta. Jumlah ini sekitar 102 juta euro per tahun.
Hal tersebut akan menjadikan gaji Verstappen sebagai yang tertinggi di grid. sementara Hamilton tetap menempati peringkat kedua dalam daftar tersebut. Charles Leclerc dikabarkan menjadi pembalap dengan bayaran tertinggi ketiga, dengan pendapatan 29 juta euro per tahun.