“Perkembangan kualitas anak-anak dari seri ke seri sangat luar biasa. Kompetisi yang reguler seperti ini berhasil mengubah pandangan bahwa atletik itu menakutkan, menjadi sebuah petualangan yang menyenangkan bagi anak sekolah. Dampaknya, gairah mereka untuk berprestasi secara organik," katanya.
"Kami sangat optimistis Kudus sedang berproses melahirkan generasi atletik baru yang unggul dan siap mewakili Jawa Tengah di ajang tingkat provinsi seperti Porprov, bahkan hingga level nasional seperti Popnas. Kami juga berharap agar MilkLife Athletics Challenge tahun depan bisa digelar tingkat provinsi,” ujarnya.
Euforia kebahagiaan terpancar dari perwakilan MTsN 1 Kudus yang dinobatkan sebagai Juara Umum MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 KU 15. Sukses mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu, Dimas Maulana salah satu guru yang menjadi perwakilan sekolahnya mengucap syukur atas prestasi yang diraih anak didiknya dengan mengemas tujuh emas, tiga perak dan dua perunggu.
“MilkLife Athletics Challenge ini adalah ajang yang sangat luar biasa ya, apalagi anak-anak ternyata punya bakat di bidang atletik. Untuk itu kami juga sebisa mungkin memberikan fasilitas kepada mereka di beberapa cabang lomba atletik dengan adanya ekstrakurikuler," katanya
"Semoga prestasi ini bisa konsisten kami pertahankan, bahkan ditingkatkan untuk ikut andil dalam lahirnya bibit cabang olahraga atletik dari Kudus,” tambahnya.
(Rivan Nasri Rachman)