Kisah Pebulu Tangkis Putri Kusuma Wardani, Satu-satunya Wakil Tunggal Putri Indonesia di Japan Open 2026

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Selasa 14 Juli 2026 01:01 WIB
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. (Foto: PBSI)
Share :

TOKYO – Sektor tunggal putri Indonesia menghadapi situasi unik dalam turnamen bulu tangkis Japan Open 2026 yang berlangsung pada 14-19 Juli 2026. Berbeda dengan sektor lainnya yang mengirimkan beberapa delegasi, Indonesia kali ini hanya bertumpu pada satu nama, yakni Putri Kusuma Wardani.

Atlet berusia 23 tahun yang akrab disapa Putri KW ini menjadi satu-satunya tunggal putri yang akan membawa bendera Merah Putih di turnamen level BWF World Tour Super 750 ini. Mundurnya Gregoria Mariska Tunjung dari Pelatnas menjadi alasan mengapa Putri kini harus memikul beban berat sendirian di Jepang.

1. Ujian Berat Sejak Babak Pertama

Meski harus berjuang tanpa rekan senegara, Putri datang ke Negeri Sakura dengan status yang cukup diperhitungkan. Ia resmi ditempatkan sebagai unggulan keenam dalam turnamen bergengsi ini.

Namun, status unggulan tidak membuat jalan Putri menjadi mudah. Sejak babak pertama, ia sudah langsung dihadang oleh lawan yang sangat tangguh, yaitu Zhang Beiwen.

Pemain veteran asal Amerika Serikat tersebut saat ini memang hanya menduduki peringkat 31 dunia. Kendati demikian, Zhang Beiwen memiliki rekor yang cukup merepotkan bagi wakil Indonesia ini.

Putri Kusuma Wardani

Dari catatan sejarah pertemuan, Zhang pernah dua kali menumbangkan Putri. Kekalahan tersebut dialami Putri pada ajang Thailand Masters 2022 dan Taipei Open 2023.

Harapan untuk menang tetap terbuka lebar bagi Indonesia. Pada pertemuan paling terakhir di Malaysia Open 2026, Putri akhirnya berhasil memecah kebuntuan dan sukses memetik kemenangan perdana atas Zhang.

 

2. Jalan Terjal Putri KW

Jika berhasil melewati hadangan Zhang Beiwen, tantangan Putri di babak kedua diprediksi akan menyajikan laga yang tidak kalah sengit. Ia berpotensi bertemu dengan wakil Taiwan, Huang Yu Shun, atau pemain India, Unnati Hoda.

Menghadapi Huang Yu Shun tentu akan menjadi misi revans tersendiri bagi Putri. Pasalnya, setelah sempat menang di Korea Masters 2024, Putri justru harus menelan kekalahan pahit dari Huang di hadapan publik sendiri pada Indonesia Open 2026.

Sementara jika harus bersua Unnati Hoda, Putri memiliki modal kepercayaan diri yang lebih baik. Tunggal putri Indonesia ini tercatat pernah menumbangkan Hoda pada turnamen Hylo Open 2025 lalu.

Ujian sesungguhnya bagi Putri Kusuma Wardani baru akan tersaji jika ia mampu menembus babak perempat final. Di fase krusial tersebut, raksasa asal China, Wang Zhi Yi, kemungkinan besar sudah menunggu dan siap menguji konsistensi Putri.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya