PENYEBAB pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kecewa dan merasa bersalah di Moto3 Belanda 2026 sudah diketahui. Ia kini siap bangkit dan menatap balapan berikutnya.
Harapan tinggi diusung Veda Ega ketika berhasil mengakhiri kualifikasi Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Assen, Sabtu 27 Juni sore WIB, di posisi tujuh. Apalagi, ia harus melalui babak pertama (Q1) yang berat.
Start di baris ketiga tentu memperbesar peluang Veda Ega untuk naik podium atau mengincar kemenangan. Sebab, semakin dikit pembalap yang harus dilewatinya guna mencapai minimal posisi tiga.
Sayangnya, Veda Ega memulai balapan 16 putaran pada Minggu 28 Juni 2026 sore WIB, itu dengan kurang baik. Rider Honda Team Asia tersebut sempat melorot ke posisi kesembilan.
Namun, Veda langsung memanfaatkan celah dan kekacauan akibat insiden yang melibatkan Alvaro Carpe dan Adrian Cruces pada lap kedua untuk memperbaiki posisinya. Performanya pun terus membaik.
Dengan gaya balapnya yang agresif namun terukur, Veda secara fantastis berhasil menembus posisi tiga besar saat balapan baru memasuki putaran ketiga. Ia membuntuti David Almansa dan Maximo Quiles di depannya.
Puncak kejutan dari pembalap asal Gunungkidul ini terjadi pada lap kelima. Melalui manuver yang sangat berani, Veda berhasil mengambil alih posisi terdepan dan memimpin jalannya balapan Moto3 Belanda 2026. Sayangnya, ia tidak lama berada di sana.
"Hari ini (Minggu) balapan menjadi bencana karena saya tidak bisa finis, jadi saya sangat kecewa. Setelah akhir pekan yang sangat baik dan dengan perasaan yang sangat bagus, sulit menerima hasil ini," keluh Veda, dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (1/7/2026).