Sementara itu, sektor ganda putri turut menghadirkan optimisme melalui pasangan Meilysa Trias Puspitasari dan Febriana Dwipuji Kusuma. Meski harus berpuas di posisi runner up usai kalah dari Jia Yi Fan/Shu Xian Zhang (China), Ana/Trias tetap menunjukkan performa yang patut diapresiasi setelah menembus partai final Australia Open 2026.
Di sisi lain, perjuangan Moh. Zaki Ubaidillah juga layak mendapat perhatian. Meski langkahnya terhenti di babak semifinal setelah menghadapi wakil China, Dong Tian Yao, atlet yang akrab disapa Ubed tersebut berhasil mencatatkan pencapaian penting dalam kariernya. Ia sukses menembus semifinal turnamen BWF Super 500 untuk pertama kalinya.
Menurut Okki, pengalaman bertanding di berbagai turnamen internasional menjadi aspek penting dalam membentuk mental juara, meningkatkan daya saing, serta mempercepat proses pematangan atlet menuju level elite dunia.
“Setiap pertandingan internasional memberikan pelajaran berharga bagi atlet muda. Jam terbang, pengalaman menghadapi tekanan, dan kemampuan beradaptasi dengan lawan-lawan terbaik dunia merupakan modal penting untuk membentuk atlet berprestasi yang mampu menjaga tradisi kejayaan bulu tangkis Indonesia,” tuturnya.
BNI memandang setiap capaian atlet muda tidak semata diukur dari podium juara, melainkan juga dari proses pembentukan karakter, peningkatan kualitas permainan, dan akumulasi pengalaman yang akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan karier mereka ke depan.