Tabir ketidaktahuan Loh akhirnya terungkap ketika seseorang menanyakan perasaannya bisa satu tim dengan Hendra. Dengan wajah datar, Loh hanya menjawab "iya, lalu kenapa?".
Loh Kean Yew pun baru benar-benar terkejut ketika orang tersebut menjelaskan rekan setimnya itu bukan sekadar pemain bagus, melainkan pemegang medali emas Olimpiade 2008.
"Hendra itu pernah juara Olimpiade lho(Loh menirukan ucapan rekannya). Hah, benarkah?" reaksi Loh saat itu hanyalah tertawa tak percaya.
Setelah sadar sosok yang ia ajak bercanda adalah seorang legenda besar, rasa kagum Loh Kean Yew langsung berlipat ganda. Ia tidak menyangka bahwa pemain yang menjuarai Olimpiade sejak tahun 2008 masih mampu bersaing di level tertinggi hingga usianya mendekati 40 tahun kala itu.
(Rivan Nasri Rachman)