Menurut Di Giannantonio, ketergantungan pada rear grip menjadi bumerang saat lawan-lawannya telah menemukan stabilitas luar biasa pada ban depan.
"Ban belakang kami sebenarnya sangat bagus, masalahnya adalah kami menggunakan ban belakang untuk melakukan segalanya. Kita perlu meningkatkan performa saat pengereman dan masuk tikungan. Saat berada di belakang Aprilia dan Pedro (Acosta), saya tidak bisa menghentikan motor seperti mereka," jelas Di Giannantonio.
Kini, menjelang seri pembuka Eropa di Sirkuit Jerez, Spanyol, Pecco terdampar di posisi kesembilan klasemen. Tantangan bagi kru Borgo Panigale sudah jelas, mereka harus menemukan keseimbangan baru agar GP26 tidak lagi memakan bannya sendiri sebelum bendera kotak-kotak dikibarkan.
(Rivan Nasri Rachman)