Dalam masa uji coba ini, BWF tidak hanya akan memantau performa teknis dari data manufaktur, tetapi juga mengumpulkan testimoni langsung dari para pemangku kepentingan di lapangan. Masukan dari para pemain, perangkat pertandingan, hingga penyelenggara turnamen akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan di masa depan.
"Uji coba akan mencakup pengumpulan data kinerja produsen, bersama dengan umpan balik dari pemain, petugas teknis, dan penyelenggara acara. Informasi ini akan mendukung penilaian berkelanjutan BWF dan menginformasikan keputusan di masa mendatang mengenai potensi penggunaan kok sintetis di turnamen tingkat atas,” tambah pernyataan BWF.
Jika hasil uji coba ini menunjukkan performa yang stabil dan diterima oleh para atlet, bukan tidak mungkin panggung sekelas turnamen Super Series akan segera beralih dari bulu alami ke teknologi sintetis demi keberlangsungan olahraga ini.
Satu hal yang pasti, transisi ini diharapkan dapat menekan biaya operasional turnamen tanpa mengurangi keasyikan dan kompetisi yang tersaji di atas lapangan hijau.
(Rivan Nasri Rachman)