KISAH sedih Carolina Marin menarik untuk diulas. Sebab, mantan ratu bulu tangkis dunia itu memutuskan pensiun usai tiga kali dihantam cedera ACL.
Carolina Marin merupakan salah satu pebulu tangkis tunggal putri papan atas di dekade 2010-an. Sejumlah prestasi gemilang ditorehkan perempuan berkebangsaan Spanyol itu di dunia tepok bulu.
Marin tercatat mengoleksi 12 gelar juara di BWF World Tour. Puncaknya, perempuan kelahiran Huelva, Spanyol, itu memiliki tiga gelar juara dunia yang diraih pada 2014, 2015, dan 2018.
Selain itu, Marin juga menyabet satu medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ia jadi pebulu tangkis tunggal putri pertama dari luar Asia yang meraih kepingan mulia tersebut!
Sayangnya, Marin harus bergelut dengan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL). Tidak main-main, perempuan yang kini berusia 32 tahun itu sampai tiga kali dihantam cedera yang jadi momok atlet tersebut!
Marin pertama kali cedera ACL di lutut kanan pada 2019 tepatnya saat melakoni final Indonesia Masters melawan Saina Nehwal. Ia harus menepi selama delapan bulan dan kembali pada September 2019.
Setelah sembuh, Marin sempat meraih berbagai prestasi. Ia digadang-gadang bakal mempertahankan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada Juli-Agustus 2021. Nasib berkata lain.
Marin lagi-lagi mengalami cedera ACL kali ini di lutut kirinya pada Juni 2021 saat sedang berlatih. Ia harus menepi selama 11 bulan. Setelah pulih, gelar juara Eropa disabetnya pada 2022.
Momentum didapat pada 2024. Sayangnya, kali ini cedera ACL menghampirinya lagi pada semifinal cabor bulu tangkis Olimpiade Paris 2024. Ligamen di lutut kanannya kembali robek dan praktis mengakhiri kariernya.
Setelah berjuang hampir dua tahun, Marin memutuskan sudah waktunya untuk pensiun. Ia mengumumkan akan menyampaikan perpisahan secara resmi pada Kejuaraan Eropa 2026 yang digelar di kampung halamannya, Huelva, Spanyol, pada April.
(Wikanto Arungbudoyo)