Imam juga menyoroti penampilan di final Swiss Open yang belum maksimal. Faktor mental dinilai berpengaruh terhadap performa di partai puncak.
“Di final, Putri belum bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Faktor mental dan kontrol pikiran (kurang tenang dan kurang yakin) cukup memengaruhi penampilannya. Memang untuk partai final tekanan mental yang dirasakan para pemain tentu berbeda dibanding pertandingan sebelumnya. Saya berharap Putri bisa mengatasi hal tersebut untuk kedepannya,” jelas Imam.
Meski demikian, Imam melihat adanya perkembangan positif dari sang pemain. Ia menekankan pentingnya kesiapan internal untuk menembus level tertinggi dunia.
“Progres Putri sudah baik, tetapi untuk menembus jajaran empat besar dunia tentu tidak mudah. Ia harus memahami kendala dalam dirinya, berani mengambil inisiatif, dan lebih percaya diri saat bertanding,” tambahnya.
Dari sektor ganda putra, pelatih Antonius Budi Ariantho menilai debut Raymond/Joaquin di All England berjalan cukup baik. Anton menyebut performa mereka sudah memenuhi target awal.
“Secara permainan, mereka menunjukkan potensi yang positif. Namun masih ada beberapa evaluasi, terutama dari sisi non-teknis seperti komunikasi di lapangan, fokus, dan kemampuan menganalisa permainan lawan,” ujar Antonius.
“Ke depan, hal-hal ini akan menjadi fokus pembenahan agar permainan mereka bisa lebih solid dan kompetitif,” tambahnya.
Selain teknis, faktor fisik, mental, dan recovery juga menjadi perhatian utama tim pelatih. Padatnya kalender turnamen membuat kesiapan menyeluruh menjadi kunci.
“Hasil di tur Eropa ini akan menjadi pijakan penting untuk langkah selanjutnya, dengan berbagai perbaikan yang akan dilakukan secara bertahap dan terukur,” pungkas Eng Hian.
(Rivan Nasri Rachman)