“Syukurlah, untuk orang-orang seperti Taufik dan saya, kebanggaan bangsa selalu didahulukan,” ungkap Lee Chong Wei kepada Timesport, yang dilansir dari NST, pada Agustus 2021 lalu.
“Saya tahu siapa orangnya, tetapi sudah lama sekali hal ini terjadi. Saya yakin kami semua harus move on. Saya tidak ingin menyebut nama atau mempermalukan siapa pun," tutupnya.
Kisah ini menjadi pengingat prestasi tertinggi seorang atlet bukan hanya terletak pada medali yang melingkar di leher, melainkan pada kejujuran yang tetap dijaga meski dalam tekanan godaan yang luar biasa.
(Rivan Nasri Rachman)