“Merupakan sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari World Badminton Hall of Fame Museum BWF. Terima kasih PBSI atas dukungan yang tak pernah putus,” sambung perempuan berusia 38 tahun itu.
“Untuk semua atlet yang membaca ini: “Waktumu akan tiba, jangan pernah menyerah,’” tegas Greysia.
Lebih lanjut, Greysia masih tidak menyangka bisa berhasil merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Pencapaian tersebut masih terasa seperti mimpi baginya.
“Saya masih tidak bisa percaya saya memenangkan medali emas, tetapi semua itu kini menjadi nyata. Sekarang saya benar-benar sedang menjalani mimpi ini sebagai seorang juara Olimpiade,” tutup Greysia.
(Wikanto Arungbudoyo)