“Dari seluruh pelatih yang melatih dari umur 8 tahun sampai sekarang mungkin sekarang ada Kak Herli di sini. Lalu untuk keluarga dekat, tunangan saya, keluarganya tunangan saya, banyak sih kayak nggak bisa disebutin satu-satu bahkan bisa dibilang semua orang yang sudah mendoakan saya dalam masa-masa sulit,” tambahnya.
Seperti diketahui, Gregoria sempat mengalami krisis kepercayaan diri beberapa tahun lalu karena merasa menanggung beban yang berat saat tampil di lapangan sebagai tunggal putri nomor satu Indonesia. Hal itu pun mempengaruhi mentalitasnya hingga performanya menurun cukup drastis.
Pemain kelahiran Wonogiri itu pun membandingkan kondisinya itu dengan situasi sekarang setelah berprestasi di Olimpiade 2024. Dia ingat betul bahwa hanya sedikit orang yang memberikan dukungan dan masih dipercayainya di masa-masa sulitnya itu. Sementara itu, saat ini pastinya banyak orang yang mengelu-elukan namanya.
Karena itu, orang-orang yang selalu ada di sisinya dalam momen-momen beratnya itu mendapatkan tempat spesial di hatinya. Dia pun mempersembahkan medali perunggu Olimpiade 2024 untuk mereka.
“Kalau sekarang mungkin banyak yang bersorak saat saya menang tapi dulu saat saya masih ada di bawah mungkin bisa dibilang sangat sedikit yang bisa percaya. Tapi walaupun sedikit itu bersyukur sih masih ada yang mendoakan dan peduli dan rasanya nggak menjalankan masa-masa sulitnya itu sendirian,” sambung Gregoria.
“Jadi pastinya mereka termasuk dari bagian dari medali yang ada sama saya sekarang,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)