GANDA putri andalan China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, mengungkapkan alasan mengapa mereka mengalami paceklik gelar di Indonesia Open 2024. Mereka berkelakar turnamen Super 1000 itu sulit dijuarai karena hadiahnya paling besar sehingga para pemain lain sangat termotivasi untuk menjadi yang terbaik.
Chen/Jia berhasil melangkah ke partai final Indonesia Open 2024. Hasil itu didapat setelah mereka meraih kemenangan atas duet Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, di semifinal yang berlangsung pada Sabtu (8/6/2024) dengan skor 21-10, 15-21 dan 21-17.
Pasangan ranking satu dunia itu pun mengungkapkan mereka kerepotan di gim kedua karena kesulitan dengan angin yang cukup kencang. Alhasil, strategi yang telah mereka rencanakan kurang berjalan dengan mulus.
“Tadi di set kedua, strateginya agak melambat karena mereka ingin meneruskan strategi di set pertama, tapi ternyata karena faktor angin di set kedua,” ujar Jia kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui selepas pertandingan, Sabtu (8/6/2024).
Bagi Chen/Jia ini menjadi final pertama mereka di Indonesia Open sejak edisi 2017 lalu. Edisi enam tahun lalu itu sendiri juga menjadi kali terakhir mereka naik podium pertama di turnamen bulutangkis paling bergengsi di Indonesia itu.
Semenjak itu, ganda putri nomor satu China tersebut tak pernal lagi juara di Indonesia Open. Selain absen pada edisi 2021 di Bali karena Covid dan 2020 yang dibatalkan, mereka tersingkir di semifinal pada 2018 dan 2019 dan gugur di perempat final pada 2022 dan 2023. Padahal dalam periode tersebut mereka menyabet empat gelar juara dunia secara berturut-turut.
Chen/Jia pun berkelakar soal alasan mereka paceklik gelar di ajang Indonesia Open. Kata mereka, hadiah turnamen ini paling besar di antara yang lain sehingga pemain lain punya motivasi yang besar juga untuk juara.
“Kita di sini dari 2018 dan enggak pernah juara sampai sekarang, jadi besok hasilnya gimana sebenarnya kita ngga masalah,” jelas Chen.
“Hadiahnya (uang) paling besar (jadi sulit),” sambung Jia sambil tertawa.
Chen/Jia akan mentas di Olimpiade Paris 2024 mendatang. Setelah menjadi runner up di Tokyo 2020 usai dibekuk duet Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, mereka bertekad untuk meraih medali emas di pesta olahraga terakbar di dunia itu.
“Semua atlet pasti mau dapat medali emas jadi kita ingin mau ambil medali emasnya dan kita akan berusaha semaksimal mungkin,” pungkas Chen.
(Admiraldy Eka Saputra)