BERIKUT lima penyebab Tim bulu tangkis putra Indonesia kalah dari Tim bulu tangkis putra China di Final Piala Thomas 2024. Hasil ini cukup mengecewakan bagi pencinta bulu tangkis.
Harapan tinggi sempat disematkan kepada Fajar Alfian dan kawan-kawan. Sebab, mereka pernah menaklukkan China 3-0 dan memboyong Piala Thomas pada 2020 (digelar 2021) di Aarhus, Denmark.
Sayangnya, kali ini, Indonesia harus balik mengakui keunggulan China 1-3, Minggu (5/5/2024) malam WIB. Lalu apa saja penyebabnya? Simak ulasan berikut ini.
5 Penyebab Indonesia Kalah dari China di Final Piala Thomas 2024
5. Faktor Tuan Rumah
Tidak bisa dipungkiri, faktor tuan rumah berperan dalam laga final. Dukungan penuh penonton di Hi-Tech Zone Sports Centre Gymnasium, Chengdu, menambah semangat wakil tuan rumah.
Hal itu terlihat betul di wajah para pemain Indonesia, terutama tiga nomor yang kalah. Mereka cukup tertekan di hadapan wakil-wakil China.
4. Kalah Laga Pertama
Laga pertama selalu krusial di ajang apa pun, tak terkecuali Piala Thomas. Sayangnya, Indonesia gagal memanfaatkan momentum ketika Anthony Sinisuka Ginting disikat Shi Yu Qi.
Tak tanggung-tanggung, tunggal putra terbaik Indonesia itu kalah 17-21 dan 6-21. Kekalahan Ginting membuat tekanan semakin besar di pundak wakil Tanah Air berikutnya.
3. Cuma Menang 1 Pertandingan
Ya, Indonesia hanya mampu menang dalam satu pertandingan, tepatnya di tunggal putra kedua. Jonatan Christie sukses mengalahkan Li Shi Feng lewat pertarungan tiga tim 21-16, 15-21, dan 21-17.
Kemenangan Jojo sejatinya sempat menghidupkan peluang Indonesia. Sayangnya, partai keempat kembali menjadi milik China.
2. Rekor Pertemuan
Dari empat nomor yang diturunkan, sebetulnya Indonesia dan China imbang dalam rekor pertemuan. Ginting kalah 2-8 dari Shi dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kalah 2-4 dari Liang Wei Keng/Wang Chang.
Namun, Jonatan dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri unggul atas lawan masing-masing. Lagi, hal itu tidak dimanfaatkan dengan baik oleh nama yang disebut terakhir.
1. Ganda Putra
Penampilan mengecewakan ditunjukkan dua pasangan ganda putra. Fajar/Rian dan Bagas/Fikri tunduk dari lawan masing-masing.
FaJri kalah dalam tiga gim sementara BaKri menyerah straight game. Hal itu cukup mengecewakan lantaran keduanya bisa dibilang adalah ganda putra terbaik Indonesia saat ini.
Itu tadi lima penyebab Tim bulu tangkis putra Indonesia kalah dari Tim bulu tangkis putra China di Final Piala Thomas 2024. Semoga informasi ini berguna untuk pembaca sekalian.
(Admiraldy Eka Saputra)