CEO Ducati, Claudio Domenicali, angkat bicara soal senggolan antara Francesco Bagnaia dan Marc Marquez di MotoGP Portugal 2024. Ia menolak untuk menyalahkan salah satu pembalap dan cukup memahami situasinya.
Senggolan antara Marquez dengan Bagnaia terjadi pada putaran 23 dari 25 di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao, Portugal, Minggu 24 Maret 2024 malam WIB. Keduanya saat itu tengah memperebutkan posisi lima.
Marquez awalnya hendak mendahului Bagnaia dari sisi dalam tikungan. Namun, The Baby Alien kemudian sedikit keluar jalur dan Pecco mencoba kembali membalas manuver.
Sayangnya, keputusan Bagnaia itu malah berakibat fatal bagi keduanya. Senggolan itu menyebabkan sang juara dunia bertahan gagal finis. Sementara, Marquez bisa melanjutkan balapan dan finis di posisi 16.
Domenicalli berusaha untuk tidak menyiram bensin ke kontroversi yang sudah terjadi. Ia hanya menekankan situasinya buruk meski cukup paham keinginan dari kedua pembalap untuk berebut posisi.
"Saya memahami topik ini sangat disukai dari sudut pandang media, tetapi saya berusaha untuk tidak terseret dalam kontroversi. Kami finis di posisi 1 dan 2 dengan motor pabrikan Ducati, jadi saya senang," papar Domenicali, melansir dari Crash, Sabtu (30/3/2024).
"Namun, jelas ketika hal-hal seperti itu terjadi, antara Pecco dan Marc, kami semua merasa buruk. Itulah balapan. Mereka adalah dua orang juara yang tidak ingin menyerah," imbuh pria asal Italia itu.
"Saya mengikuti analisis di televisi, dan semua tergantung dari mana Anda menontonnya. Mungkin mereka berdua dengan pengalamannya bisa sedikit lebih berhati-hati, tetapi tidak ada yang ingin menyerah," tukas Domenicali.
"Saya memahaminya tetapi tidak mau membenarkannya. Saya pikir ini bisa jadi kesimpulan yang bagus," tandasnya.
FIM MotoGP Stewards sendiri mengambil keputusan itu adalah racing incident. Jadi, tidak ada yang dihukum antara Bagnaia dan Marquez.
(Wikanto Arungbudoyo)