Marc Marquez Titip Pesan ke Honda: Tingkatkan Kecepatan Motor!

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis
Rabu 06 Desember 2023 00:08 WIB
Marc Marquez berpesan agar Honda RC213V ditingkatkan lagi tahun depan (Foto: Honda Racing Corporation)
Share :

MOTEGI - Marc Marquez menitipkan pesan kepada teknisi-teknisi Honda Racing Corporation (HRC) yang akan membangun motor untuk MotoGP 2024. Pembalap anyar Gresini Racing itu berharap kecepatan motor Honda RC213V bisa ditingkatkan.

The Baby Alien memutuskan hengkang dari HRC dan Repsol Honda setelah 11 musim bersama. Hal itu dilakukannya agar bisa tampil kompetitif lagi di papan atas setelah menjalani momen-momen buruk dalam kariernya sejak 2020.

Sesi Kualifikasi di MotoGP Qatar 2023 lalu menjadi salah satu bukti Marquez sangat memaksakan motornya untuk bisa start dari barisan depan dengan melakukan towing. Kala itu, dia mampu mengamankan posisi ketujuh di garis start, sementara tiga pembalap pengguna Honda lain ada di posisi 20-22.

Marquez mengakui apa yang dilakukannya bisa dibilang sudah melampaui batas kemampuan motornya. Namun, harus memaksakan hal itu agar bisa start dari barisan depan karena motornya tak punya top speed alias kecepatan tertinggi yang bagus. Itu pula yang jadi pesan utamanya kepada teknisi HRC.

“Karena kami tidak mempunyai kecepatan tertinggi yang cukup. Insinyur Honda mengetahui hal ini dan mereka perlu memperbaiki hal ini di masa depan. Karena Anda tidak bisa selalu mengandalkan kemampuan menyelamatkan akhir pekan melalui manuver seperti yang dilakukan di Qatar," kata Marquez, dikutip dari Speedweek, Rabu (6/12/2023).

Hal tersebut berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan rider asal Spanyol itu selepas tes pramusim di Malaysia awal tahun ini. Dia sempat mengatakan Honda RC213V punya kecepatan untuk bersaing. Lantas, apakah Honda sama sekali tak melakukan peningkatan sepanjang musim MotoGP 2023?

Juara MotoGP enam kali itu menyangkalnya. Menurutnya, kecepatan motornya berkurang karena menggunakan sayap yang lebih besar setelah tes di Malaysia tersebut. Lambatnya laju kuda besi itu menyebabkan para pembalap kehilangan posisi di trek lurus.

“Saat saya membuat komentar ini di Sepang, kami menggunakan aerodinamika yang sangat kecil. Baru-baru ini kami memiliki sayap yang jauh lebih besar, yang berarti kecepatan tertinggi lebih rendah. Kami pasti membutuhkan lebih banyak tenaga mesin untuk winglet yang lebih besar,” terang Marquez.

“Sebagai seorang pembalap, saya memberikan yang terbaik di lintasan dan hingga akhir saya selalu berusaha memberikan feedback terbaik kepada para insinyur Honda dan mengarahkan mereka ke arah yang benar untuk masa depan,” tambah pria berusia 30 tahun itu.

“Di Qatar, saya jelaskan kepada mereka: Tanpa kecepatan tertinggi Anda tidak bisa melakukan apa pun dalam satu kejuaraan. Karena saya kehilangan posisi di setiap lintasan lurus dalam balapan,” pungkasnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya