Marquez sendiri tidak menyalahkan Martin dan memaklumi juniornya itu karena sedang bertarung dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2023 meski pada akhirnya dimenangkan oleh Francesco Bagnaia. Meskipun, dia merasa bersedih karena harus berpisah dengan Repsol Honda dengan cara yang pahit.
"Apa yang bisa terjadi pada pembalap mana pun juga terjadi pada Martín. Dia terlalu optimis dalam menyalip itu, tapi dia meminta maaf kepada saya," ungkap Marc Marquez, mengutip dari Marca.
"Saya tidak akan menyalahkan dia atas apa pun karena saya memahaminya dan saya menghargai sikapnya. Dia tidak melakukan apa pun dan tidak ada hasil apa pun dengan konsekuensi menyentuh pembalap lain, yang dalam hal ini adalah saya," tambahnya.
"Itulah yang harus dia lakukan. Ini adalah hal-hal yang terjadi dalam balapan, meskipun saya belum mengucapkan selamat tinggal dengan cara terbaik di Honda," tutupnya.
(Wikanto Arungbudoyo)