Di setiap kesempatan, Koh Hendra lebih banyak melakukan placing atau menempatkan shuttlecock di posisi yang sulit dijangkau oleh setiap lawan-lawannya. Hal itu pun dilakukan dengan mengandalkan intuisi dan teknik yang dimilikinya tanpa menggunakan power berlebih.
Dengan melakukan hal ini, Hendra tidak akan cepat kelelahan. Sebaliknya, penempatan cerdas dari Hendra akan membuat lawan berlarian hingga jatuh bangun untuk menyelamatkan shuttlecock. Alhasil, stamina lawan akan lebih cepat terkuras.
Hal ini dilakukan Hendra Setiawan semata-mata karena usianya yang sudah tidak lagi muda. Dengan usia yang sudah menginjak 39 tahun, tentu ia tidak mampu lagi untuk bermain seperti atlet-atlet lain yang masih muda.
Namun dengan bekal pengalaman dan teknik penempatan yang mumuni itu, Hendra terbukti masih mampu bersaing dengan para atlet muda. Ia mengandalkan kecepatan dan power dalam permainannya.
(Wikanto Arungbudoyo)