JAKARTA – Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, mengomentari persaingan race to Olimpiade Paris 2024. Pramudya/Yeremia pun mengatakan tak ingin terbebani dalam perburuan tiket ke Olimpiade Paris 2024. Mereka mengaku memiliki status sebagai underdog pada saat ini.
Pramudya/Yeremia pun mengakui persaingan untuk mendapat tiket ke Olimpiade Paris 2024 tidaklah mudah. Karena itu, mereka juga mempersiapkan diri dengan baik untuk bersaing dengan lawan-lawannya, termasuk rekan sendiri di Indonesia.
"Ya, persaingannya kan siapa yang siap tanding di tiap turnamen saja. Sekarang menjelang Olimpiade, latihannya semua pada nge-push,” ujar Yeremia kepada MNC Portal Indonesia di pelatnas PBSI Cipayung beberapa waktu lalu.
“Pada enggak mau kalah, jadi ya mungkin di sini kita latihannya lebih disiapkan lagi," lanjutnya
Dari empat pasangan lain Indonesia di sektor ganda putra, pasangan berjuluk The Prayer tersebut saat ini ada di urutan ketiga. Namun, mereka juga tidak ingin jemawa karena ranking itu belum cukup untuk membuat mereka lolos ke Olimpiade Paris 2024.
"Pressure-nya sih ya enggak ada ya, maksudnya kan karena ibarat dari lima pasang ini saya dan Pram yang paling bawahlah. Jadi sebisa mungkin, sebaik mungkin ngasih yang terbaik saja," tambah Yeremia.
Ya, Pramudya/Yeremia menjadi satu dari lima pasang Tanah Air yang saat ini masuk dalam radar lolos ke Olimpiade Paris 2024. Pada ranking race to Olympic Paris 2024 per 15 Agustus 2023, Pramudya/Yeremia menduduki urutan ke-15.
Setiap negara pun diketahui berhak meloloskan maksimal dua wakil, jika kedua pasang tersebut ada di urutan delapan besar. Untuk sementara, ada satu pasang Indonesia yang ada dalam radar lolos ke Olimpiade Paris 2024 yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Sayangnya, Pramudya/Yeremia tidak akan menambah perolehan poin dalam waktu dekat karena mereka absen di BWF World Championships 2023. Mereka gagal lolos setelah ganda putra Indonesia telah memakai kuota maksimal yakni empat wakil.
(Djanti Virantika)