SOSOK Wang Wenjiao, bapak badminton asal China yang memiliki darah Jawa akan dibahas Okezone di artikel ini. Mengutip dari China Daily, Wang Wenjiao lahir pada November 1933 di Surakarta (Solo), Hindia-Belanda (yang sekarang Indonesia) dari sebuah keluarga etnis Tionghoa asal Nan'an, Fujian.
Sejarah mencatat, Wang Wenjiao mulai bermain bulu tangkis sejak masa kecil dan menjadi pemain bintang di Indonesia pada era 1950-an. Kemudian pada 1953, Wang Wenjiao dari Solo mengunjungi Republik Rakyat China sebagai anggota delegasi olahraga Tionghoa-Indonesia.
Wang Wenjiao saat itu berpandangan bahwa standar bulu tangkis China sangat rendah sehingga dia mampu mengalahkan juara nasional negara itu dengan skor 15–0. Setelah perjalanan tersebut, Wang Wenjiao dan temannya, Chen Fushou, memutuskan pindah ke China pada 1954 guna mengembangkan olahraga di negara leluhur mereka.
“Saya membawa badminton dari Solo. Saya kembali ke China bersama tiga teman saya dan kami berpencar. Tidak ada yang tahu badminton di China saat itu. Kami berkeliling ke berbagai daerah dan mendemonstrasikannya, perlahan olahraga ini jadi populer,” ungkap Wang, dilansir dari laman DNA.
Wang Wenjiao sendiri merupakan mantan pebulu tangkis yang pernah menjadi juara nasional China pada 1956 dan 1959. Pada 1957, Wang bersama rekannya, Chen Fushou, menerbitkan buku teks bulu tangkis pertama di China.
Namun, Wang Wenjiao memutuskan pensiun sebagai atlet pada 1960-an akibat cedera. Ia pun mengemban jabatan sebagai pelatih bulu tangkis China selama 21 tahun dan mulai melahirkan generasi pertama kejayaan bulu tangkis China.
Sayangnya, Wang Wenjiao meninggal pada 25 Desember 2022 itu. Sebelum tutup usia, Wang Wenjiao dikenal sebagai "Godfather" alias bapak bulu tangkis China. Penghargaan itu didapat setelah ia memenangkan sejumlah kejuaraan nasional pada era 1950-an, dan menjabat selama 21 tahun sebagai kepala pelatih tim bulu tangkis putra China.
Saat berada di bawah kepemimpinan Wang Wenjiao, tim bulu tangkis putra China itu memenangkan 56 kemenangan dunia tunggal serta empat Thomas Cup (1982, 1986, 1988, dan 1990). Wang Wenjiao pun meraih penghargaan Pengabdian Seumur Hidup dari Badminton World Federation pada 2014.
Bahkan, Wang Wenjiao menjadi olahragawan pertama yang meraih gelar nasional "Model Peran Rakyat" pada 2019. Nama Wang Wen Jiao masuk 42 daftar orang yang menerima gelar kehormatan Presiden China.
Dari 42 tokoh berpengaruh China itu, hanya Wang Wenjiao yang mendapat penghargaan dari bidang olahraga. Hingga saat ini, pria berdarah Jawa itu dianggap sebagai bapak badminton China berkat kontribusinya untuk bulu tangkis negeri Tirai Bambu itu.
(Djanti Virantika)