Pada saat poin di angka 15-15, Daniel menunjukan keperkasaannya saat smash kerasnya masuk dengan sangat telak. Tidak berhenti sampai disitu, giliran Leo Rolly yang melesakkan smash keras yang membuat Yugo Kobayashi jatuh tersungkur. The Babies pun akhirnya mengamankan gim kedua 21-17.
Asa pasangan muda ini untuk melaju ke final pun kembali hadir. Ditambah dengan gemuruh dan tepuk tangan penonton, semangat The Babies semakin berapi-api.
Semakin nyaman bermain, gim ketiga menjadi waktu yang tepat untuk The Babies mendominasi. Benar saja, sejak awal gim dimulai Leo/Daniel langsung bermain spartan. Kombinasi serangan dari Leo dan Daniel membuat Hoki/Kobayashi kalang kabut.
Pada skor 8-2, terjadi momen yang menguntungkan Indonesia. Dimana yang seharusnya The Babies melakukan foul akibat double hand dinilai sah oleh wasit. Sebaliknya, justru Kobayashi yang dianggap melakukan foul lantaran raketnya melewati net saat memukul bola. Alhasil, interval ketiga dipimpin The Babies dengan skor 11-2.
Pasca interval, The Babies semakin menggila. Leo dan Daniel terus menerus melakukan serangan. Smash keras dan penempatan apik Leo Daniel, membuat pasangan Jepang ini frustasi. Bagaimana tidak? hingga Leo/Daniel telah mencapai match point, pasangan Jepang mantan juara dunia itu baru mendapat 3 poin.
Gim ketiga pun berakhir setelah pengembalian ganda Jepang menyangkut di net. Dan itu menjadi sebuah kemenangan sadis The Babies atas pasangan Jepang 21-3.
Itulah saat mantan juara dunia asal Jepang dibikin frustrasi karena hanya diberi 3 angka oleh Leo Carnando dan Daniel Marthin.
(Rivan Nasri Rachman)