JAKARTA - Indra Wijaya telah resmi kembali ke PBSI usai lama berkarier di luar negeri. Lantas banyak penasaran, apa yang membuat Indra kembali ke Tanah Air, apalagi ia menangani sektor tunggal putri di PBSI.
Jawabannya ternyata amat sederhana, Indra merasa PBSI adalah rumahnya. Mungkin Indra lama pergi meninggalkan PBSI untuk mencoba karier di berbagai negara, namun pada akhirnya ia akan kembali pulang ke rumah, dan itu adalah PBSI.
Keputusan Indra pulang ke Tanah Air pun dirasanya amat tepat. Sebab saat ini ia senang telah pulang ke rumah, apalagi dipercaya untuk mengemban tugas sebagai pelatih tunggal putri, Indra merasa senang.
Jika diingat, terakhir kali Indra berada di PBSI sangat lama. Tepatnya terakhir kali ia berada di PBSI itu masih bertindak sebagai pemain.
"Pertama saya kembali ke PBSI setelah sekian tahun di luar. Ini rumah saya yang dulu pernah saya tinggalin lama sekali memory banyak sekali di sini,” ungkap Indra kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, Kamis (2/3/2023).
“Sekarang saya kembali, perannya beda sebagai pelatih. Terima kasih PBSI mempercayakan saya untuk menangani jadi pelatih di PBSI," tambahnya.
Ya, Indra akhirnya kembali juga ke Indonesia. Sebelumnya Indra telah menjadi pelatih di Korea Selatan sejak 2013-2016. Setelah itu, ia melanjutkan karier di Malaysia bersama Tim Nasional pada 2016-2021, lalu menangani Lee Zii Jia yang berkarier secara profesional sejak Februari-November 2022.
Dengan memiliki pengalaman yang banyak itu, diharapkan Indra bisa mendongkrak prestasi tunggal putri Indonesia. Tentunya Indra mendapatkan target oleh PBSI, namun ia enggan membocorkannya karena ia pun saat ini masih beradaptasi dengan pekerjaan barunya di PBSI tersebut.
"Masalah target dan planning saya belum bisa ngomong sekarang. Karena baru hari ini dan belum tahu betul gambarannya di dalam seperti apa. Planning sudah berjalan enggak bisa saya cut begitu saja, semuanya harus berjalan dulu," imbuh kakak Candra Wijaya tersebut.
"Saya butuh waktu dan perlu adaptasi juga, mengenal anak-anak lebih jauh, adaptasi dengan kolega pelatih, dengan Rionny (Mainaky), coach Herli (Djaenudin)," tutup Indra Wijaya.
(Rivan Nasri Rachman)