Kelar MotoGP Australia, Bagnaia berbalik unggul selisih 14 poin. Setelah seri Malaysia selisih poinnya semakin menjauh dengan 23 angka. Meski di GP Valencia Bagnaia finis di posisi kesembilan, hal itu tidak membuat Bagnaia gagal menjadi juara dunia.
Motor Desmosedici ini memang memiliki banyak kelebihan dibanding motor lainnya. Mulai dari mesin, elektronik, performa, daya tahan yang mumpuni. Meski demikian, motor ini masih terus bisa mendapat pengembangan yang jauh lebih baik.
“Ini seperti MotoGP pada masa kejayaan Valentino Rossi atau Marquez. Mereka memiliki regulasi dan kesempatan yang sama, biarkan pabrikan lain bergerak (mengejar Ducati). Ada delapan pembalap Ducati karena tim satelit telah menemukan penawaran yang lebih baik dari yang lain,” ucap Ezpeleta dikutip dari Marca.
Itulah alasan terbesar kenapa Ducati terlalu mendominasi MotoGP saat ini.
(Rivan Nasri Rachman)