BOLOGNA – Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mewaspadai tekanan besar yang menantinya di MotoGP 2023. Lantaran para pembalap lain akan berusaha mengalahkannya, bukan Ducati, untuk bisa menjadi juara MotoGP 2023, Bagnaia pun waspada karena tekanan yang datang bisa membuatnya melakukan hal-hal buruk.
Pecco -sapaan Bagnaia- telah sukses mempersembahkan gelar juara untuk Ducati pada MotoGP 2022. Titel tersebut mengakhiri 15 tahun penantian tim pabrikan asal Italia itu sejak Casey Stoner terakhir kali melakukannya pada 2007.
Hebatnya lagi, rider berusia 25 tahun itu menjadi pembalap Italia pertama yang juara di kelas utama dengan menggunakan motor Italia sejak 50 tahun lalu. Rider terakhir yang mencatatkan rekor tersebut adalah sang legenda, Giacomo Agostini, dengan MV Agusta-nya.
BACA JUGA: Bos Aprilia Senang Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP, Ternyata Ini Alasannya
Pencapaian-pencapaian tersebut jelas membuktikan bahwa kehebatan rider kelahiran Turin itu tak perlu diragukan lagi. Bagnaia benar-benar menjelma menjadi pembalap yang luar biasa ketika bergabung dengan tim pabrikan Borgo Panigale pada 2021, di mana dia langsung menjadi runner up.
Pecco pun menyatakan bahwa pembalap-pembalap lain harus mengalahkan dirinya untuk juara MotoGP 2023, bukan Ducati yang punya total delapan pembalap di atas trek. Pasalnya, dia telah membuktikan menjadi yang tercepat menunggangi Desmosedici GP dalam dua tahun terakhir.
“Bagnaia adalah pria yang harus dikalahkan, bukan Ducati. Ada banyak Ducati di lintasan, tapi saya merupakan yang tercepat dalam dua tahun terakhir,” kata Bagnaia dilansir dari GPOne, Selasa (3/1/2023).