“Pasti itu jadi motivasi, enggak mungkin enggak. Tapi, enggak mau terlalu fokus main di WTF karena omongan orang-orang,” jelas pemain berusia 23 tahun itu.
“Pertama kan memang mau menaikkan ranking, pedenya juga, karena enggak bisa dipungkiri dalam beberapa pertandingan terakhir hasilnya kurang bagus,” sambungnya.
“Secara permainan juga, aku merasa enggak puas walau menang di babak pertama dan kedua karena mainnya enggak lepas. Jadi aku ingin secara mental dan nonteknisnya lebih siap di WTF,” jelasnya.
Sebagai informasi, tujuh pasangan lainnya yang lolos ke WTF 2022 bersama Rinov/Pitha adalah Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China/ranking 1 dunia), Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand/3), Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China/4), Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia/11), Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (Malaysia/8), Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis/10) dan Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang/2).
Dari segi peringkat, Ripith memang menjadi yang terendah. Walaupun demikian, tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia olahraga. Motivasi yang besar dari Rinov/Pitha untuk membuktikan diri bisa menjadi pemicu bagi mereka untuk mengeluarkan kemampuan terbaik di WTF 2022.
(Djanti Virantika)